Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Sebut LRT Sebagai Proyek Gagal

Selain itu, ia juga menyoroti mahalnya pembangunan LRT Jakarta yang dibangun dengan anggaran Rp 1,1 Triliun per kilometernya

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Sebut LRT Sebagai Proyek Gagal
TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Suasana di Stasiun LRT Boulevard Utara, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (10/6/2019) 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik, menyebut proyek pembangunan sarana transportasi berbasis rel Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta rute Velodrome-Kelapa Gading merupakan proyek yang gagal.

Penilaian tersebut ia lontarkan berdasarkan aspek waktu, fungsi, hingga efisiensi anggaran.

"LRT proyek gagal. Pertama gagal waktu, kedua gagal fungsi, dan ketiga gagal egisien anggaran. Saya khawatir itu proyek nanti kalo udah jadi, dia jadi kaya di TMII, buat mainan anak-anak lari sana lari sini," kata Taufik, Rabu (12/6/2019).

Taufik memaparkan, pembangunan LRT sendiri sebelumnya telah dikejar untuk kepentingan Asian Games 2018 yang terselenggara pada bulan Agustus 2018 lalu.

Rangkaian LRT Jakarta, rencananya bakal digunakan untuk mengangkut para atlet ketika berpindah dari penginapan menuju venue Asian Games.

Dua poin ini lah yang mendasari Taufik memberi penilaian bahwa LRT telah gagal dalam aspek waktu dan fungsi.

"Waktu pendirian LRT itu semua ngotot adalah untuk kepentingan Asian Games. Asian Games udah berlalu hampir setaun, LRT gak jadi-jadi. Barang itu kalau gak bisa digunakan belum jadi namanya," kata dia.

Alami Cedera Saat Perkuat Timnas Indonesia, Manajer Persija Jakarta Minta Pemainnya Tidak Trauma

"Kalau gagal fungsi, fungsinya dulu buat apa? buat ngangkut atlet. Itu gak ada. Kedua buat ngurangi kemacetan, menurut saya gak berfungsi disitu. Itukan daerah yang sangat dekat sekali (Velodrome -Kelapa Gading)," tambahnya.

Selain itu, ia juga menyoroti mahalnya pembangunan LRT Jakarta yang dibangun dengan anggaran Rp 1,1 Triliun per kilometernya.

Menurut Taufik, LRT yang dibangun sepanjang 5,1 kilometer telah menelan biaya hingga Rp 5,8 Triliun.

"Biayanya Rp 5,8 Triliun untuk 5,1 kilometer. Jadi Rp 1,1 Triliun per kilometer. Saya menyarankan kepada Pemprov DKI atau TGUPP, laporin lah ke KPK bahwa ini proyek gagal," tegas Taufik.

"Kenapa izin operasi belum dikeluarin? jangan-jangan amdal nya juga belum jadi. Kan proyek gagal nih, kalau proyek gagal masih didiemin, mesti dilaporin lah. Paling efektif, paling baik, paling bijak adalah dilaporkan. Uang ini Rp 5,8 Triliun," tuturnya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved