BPTJ Akan Pertemukan Warga dan Perusahaan Soal Pembatasan Jam Operasional Truk di Tangerang

Peraturan dibuat buntut dari permasalahan yang diciptakan dari melintasnya truk bertonase berat di Kabupaten Tangerang pada siang hari.

BPTJ Akan Pertemukan Warga dan Perusahaan Soal Pembatasan Jam Operasional Truk di Tangerang
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Kepala BPTJ Bambang Prihartono saat menghadiri seremoni percobaan JR Trans Jabodetabek di SDC, Summarecon, Kabupaten Tangerang, Rabu (12/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pemberlakuan Peraturan Bupati (Perbup) Tangerang Nomor 47 Tahun 2018 terus menuai kontroversi dari berbagai unsur masyarakat.

Pasalnya, peraturan yang membatasi jam operasional trus bertonase berat di Kabupaten Tangerang tersebut dianggap berat sebelah kepada pengusaha dan supir truk itu sendiri.

Perbup Tangerang Nomor 47 tahun 2018 mengatur jam operasional kendaraan jenis I sampai IV, dimana kendaraan jenis tersebut dilarang melintas di jalan kawasan kabupaten Tangerang dari pukul 05.00 sampai 22.00 WIB.

Peraturan dibuat buntut dari permasalahan yang diciptakan dari melintasnya truk bertonase berat di Kabupaten Tangerang pada siang hari seperti jalan rusak hingga bentuk protes emak-emak turus ke jalan sweeping truk yang berkeliaran di siang hari.

Namun, hal tersebut justru memunculkan polemik lain yakni perusahaan dan supir yang meradang sampai memakirkan truk mereka di pinggir jalan untuk menunggu waktu operasional mereka.

BPTJ Nilai Skema One Way Pada Arus Balik Mudik Belum Sukses 

Lantaran tidak diberi kantung parkir, hingga menyebabkan macet seperti di Jalan Raya Legok.

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) pun akan turun tangan mempertemukan kedua belah pihak yang terkena dampak langsung dari Perbup nomor 47 tahun 2018.

"Tentu ada pendekatan nantinya. Namanya kebijakan publik, ini kebijakan yang nilainya tidak hanya punya Pemerintah tapi punya masyarakat juga. Oleh karena itu, kita nantinya akan ketemu lagi dengan masyarakat dan perusahaan, untuk menyampaikan apa yang harus dijadikan solusi yang masih polemik saat ini," ujar Kepala BPTJ, Bambang Prihantoro di Kabupaten Tangerang, Rabu (12/6/2019).

Pada akhir tahun lalu sebenarnya BPTJ sudah mempertemukan perwakilan Pemda Kabupaten Tangerang, pengusaha, dan tokoh masyarakat pada akhir tahun lalu.

Dishub DKI Jakarta Siapkan Bus dan Truk Gratis Angkut Sepeda Motor untuk Warga Kembali ke Ibu Kota

Namun, pertemuan tersebut belum menemukan titik terang hingga sekarang karena terbentur pemerintahan Kabupaten Bogor yang juga kena imbas kemacetan dari parkirnya truk di siang hari.

Bambang menyaku bahwa, BPTJ sudah mengantongi beberapa trik jitu untuk memecah persoalan yang tak kunjung usai sejak pertengahan 2018 lalu.

"BPTJ sudah punya kajian, sudah uji coba selama dua bulan. Yang mana hasilnya pengaturan pagi dan sore, kami sudah sosialisasi ke masyarakat yakni masukan," tandasnya.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved