Cerita Pemilik Warung Bensin yang Dagangannya Dicuri untuk Membakar Seorang Pemuda di Bekasi

Namun sejumlah besin eceran dagangannya kala itu tidak sempat dia masukkan karena terburu-buru menutup warung

Cerita Pemilik Warung Bensin yang Dagangannya Dicuri untuk Membakar Seorang Pemuda di Bekasi
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Warung Kelontong yang menjadi TKP pembakaran seorang pria di Jalan Raya Kodau, Jatiasih, Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, JATIASIH - Rudi Ariyanto (23) pemilik warung kelontong di Jalan Raya Kodau, RT 02/03, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi menyaksikan langsung detik-detik aksi pengeroyokan dan pembakaran yang menyebabkan seorang pemuda bernama Putra Aditya (18) tewas.

Pria yang akrab disapa Riyan ini menceritakan, kejadian yang terjadi pada saat malam takbiran (5/6/2019), sekitar pukul 03.00 WIB itu sangat mencekam bagi dirinya. Bahkan dia sempat menutup warung ketika melihat keributan terjadi.

"Pas kejadian kebetulan saya masih buka, biasanya sampe jam 1 tapi karena malam takbiran jadi sampai hampir subuh saya masih buka," kata Riyan, Kamis (13/6/2019).

Riyan mengaku tidak mengenal sama sekali pemuda yang terlibat keributan, dia kala itu melihat korban dimeroyok membabi buta oleh sekelompok pemuda. Keributan makin beringas, dia langsung bergegas menutup warung lantaran takut terjadi sesuatu yang merugikan.

"Saya takut pas melihat ribut di depan warung, langsung buru-buru saya masukin dagangan saya tutup warung saya, karena takut mereka incar warung sayakan," ujar dia.

Namun sejumlah bensin eceran dagangannya kala itu tidak sempat dia masukkan karena terburu-buru menutup warung. Alhasil, seorang pelaku mengambil bensin ecerannya dan menyiramkan ke tubuh korban.

"Dia ambil dari sini bensinnya, saya udah enggak berani ngapa-ngapain udah pasrah turup pintu aja," jelas dia.

Mulan Jameela Bawa Buah-buahan dan Kopi Tubruk saat Besuk Ahmad Dhani

Hingga situasi kondusif, Riyan mengaku masih ketakutan, dia baru berani melihat ke luar ketika sudah banyak warga ramai menyokong korban yang mengalami luka parah.

"Warga nolongin dibawa pakai motor, pekaku udah pada kabur, saya liat korbannya masih hidup masih bisa berdiri cuma lukanya udah parah," jelas dia.

Kejadian ini menyebabkan korban mengalami luka bakar hingga 60 persen, dia tewas setelah sebelumnya dirawat selama dua hari di RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur.

Polisi kemudian berhasil menangkap empat orang pelaku pemgeroyokan diantaranya, Rizky Ade Syahputra (26), Nurhamzah Sutarna (24), Tegar Gusti (15) dan Angga Priyanto (22). Empat pelaku lainnya sampai saat ini masih buron dan dalam pengejaran polisi.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved