Aksi 22 Mei

Minta TNI-Polri Tangkap Dalang Kerusuhan 21-22 Mei 2019, Massa JMMJ Demo di Pintu Barat Daya Monas

Mereka melontarkan suara dukungan dan harapan kepada TNI-Polri guna menangkap dalang-dalang kerusuhan 21-22 Mei 2019.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBINJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Massa aksi melancarkan unjuk rasa di depan Pintu Barat Daya Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019).

Mereka melontarkan suara dukungan dan harapan kepada TNI-Polri guna menangkap dalang-dalang kerusuhan 21-22 Mei 2019.

Diketahui, massa aksi tersebut berasal dari Jaringan Muda Muslim Jayakarta (JMMJ).

Koordinator JMMJ, Amat Kelrey, meminta pihak TNI-Polri agar segera menangkap dalang kerusuhan tersebut.

"Tangkap dalangnya. Karena aksi demonstrasi menolak hasil Pilpres 2019 pada 21-22 Mei 2019 berbuntut kericuhan pada beberapa titik ibu kota, seperti depan Gedung Bawaslu, Tanah Abang, dan Petamburan harus segera diusut tuntas," kata Amat, di lokasi.

"Karena kerusuhan itu direncanakan dengan menunggangi aksi unjuk rasa menolak Pilpres 2019," lanjutnya.

Kanit Lantas Gambir, AKP I Ketut Kawi, mengatakan massa aksi JMMJ sebelumnya telah melakukan demo di depan kantor Polda Metro Jaya.

12 Ribu Polisi Amankan MK, Aksi Cuma di Depan IRTI dan Patung Kuda hingga Pengalihan Lalu Lintas

"Demo ini, mereka meminta TNI-Polri untuk mengusut tuntas dalang-dalang kerusuhan tanggal 21 - 22 Mei. Tadi juga sudah demo di depan kantor Polda Metro, selesai di sana pindah ke patung kuda Monas Barat Daya," kata Ketut, sapaannya, di tempat dan waktu yang sama.

Sejauh ini, kata Ketut, unjuk rasa yang dilakukan massa aksi ini berjalan kondusif.

"Untuk massa aksi, kondusif semua aman. Jadi tidak ada yang berbuat aneh-aneh atau membuat kerusuhan, itu tidak ada. Jadi aman," ucap Ketut.

Di mana pun ada demo, lanjutnya, pihak Kepolisian akan terus berjaga-jaga dan memberi pengamanan

"Pengamanan polisi tetap berjaga-jaga setiap ada demo. Dilihat juga jumlah medan-solonya. Kalau jumlahnya sedikit, adem-adem, kita juga sedikit yang pengamanan. Jadi tidak harus banyak," jelasnya.

Dia pun berharap, agar para pedemo dapat berjalan aman.

"Harapannya untuk pedemo mudah-mudaan tidak berbuat hal yang tidak kita inginkan, ya mudah-mudahan bisa kembali juga dengan aman," katanya.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved