5 Fakta Sopir Angkot di Bekasi Dibakar: 3 Pelaku Masih Buron hingga Curahan Hati Ibu Korban

Pemuda bernama Putra Aditya (18) ini mulanya menjadi korban pengeroyokan di Jalan Raya Kodau, RT 2/3 Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih.

5 Fakta Sopir Angkot di Bekasi Dibakar: 3 Pelaku Masih Buron hingga Curahan Hati Ibu Korban
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Putra Aditya menjadi korban pengeroyokan delapan orang pemuda di Jalan Raya Kodau, RT 02/03 Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, pada Rabu (5/6/2019) sekitar pukul 03.30 WIB. 

Wanita berusia 45 tahun itu saat dijumpai nampak berusaha tegar, ketika menceritakan kejadian anak ketiganya mengalami luka bakar usai dikeroyok sekelompok pemuda di Jalan Raya Kodau, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Rabu (5/6/2019).

"Sekitar jam 4 kurang ada yang antar ke sini, tiga orang dia (Putra) diboncengin, saya kaget tahu-tahu dia udah luka bakar begitu," kata Tri kepada TribunJakarta.com, Kamis (13/6/2019).

Kenakan Rompi dan Bawa Spanduk, Massa Mulai Berdatangan Menuju Gedung MK

2.000 Personel TNI-Polri Jaga Jakarta Utara saat Sidang Sengketa Pilpres 2019 di MK

Putra diantar warga masih dalam keadaan sadar, bahkan Tri sempat menanyakan keadaannya.

Namun anaknya tidak bisa berkata banyak, wajah, punggung hingga perutnya penuh luka bakar hingga menbuatnya metintih kesakitan.

"Masih sadar, masih bisa diajak ngomong, saya tanya ke orang yang antar putra katanya dia dikeroyok terus disiram pakai besin dibakar," jelas dia.

Tri kemudian bergegas membawa anaknya ke Rumah Sakit Umum Daerah Jatisampurna. Di sana, pihak rumah sakit menganjurkan agar Putra dibawa ke rumah sakit besar menyusul luka bakar yang diderita cukup serius.

"Akhirnya saya bawa ke RS Polri Kramat Jati, di sana langsung ditanganin dokter, abis selesai urus rumah sakit saya langsung lapor ke Polsek Jatiasih," ujar dia.

Pihak rumah sakit hari itu juga langsung mengambil tindakan operasi, luka bakar yang diderita Putra mayoritas berada di bagian wajah, punggung, tangan, dan perut.

"Sebelum operasi dia masih sadar, cuma pas abis operasi kondisinya makin menurun," jalas dia.

Pada tanggal 7 Juni 2019, kondisi Putra makin parah dan dia menghembuskan nafas terkahir tepat di hari kedua lebaran.

"Sejak hari pertama lebaran sampai hari kedua pas anak saya meninggal saya di rumah sakit aja," ujarnya.

Tri Ambarwati ibu kandung korban pengeroyokan yang tewas dibakar di Jalan Raya Kodau Bekasi.
Tri Ambarwati ibu kandung korban pengeroyokan yang tewas dibakar di Jalan Raya Kodau Bekasi. (TribunJakarta/Yusuf Bachtiar)

Putra selama ini merupakan anak yang dikenal mandiri, dia sehari-hari bekerja sebagai sopir angkot.

"Pas udah kerja udah hidup sendiri aja dia, enggak pernah ngerepotin orang tua, dia juga jarang pulang ke sini tidur di mes (kontrakan) paling pulang seminggu sekali," terangnya.

Dia juga bersyukur pihak kepolisian telah berhasil menangkap sejumlah pelaku pengeroyokan. Tri berharap para pelaku mendapatkan hukuman setimpal.

"Kabarnya udah ketangkep, waktu polisi cari-cari infomasi masih orang situ (dekat TKP) banyak yang susah kasi info, ya serahin aja semua ke polisi, mudah-mudahan bisa bisa dihukum setimpal," tandasnya.

Di sisi lain, Tri Ambarwati mengaku ikhlas dan tidak menyimpan dendam kepada pelaku.

"Kalo saya sih udah ikhlas. Saya enggak ada dendam, biar yang berwajib (yang mengurusnya)," kata Tri, Kamis (14/6/2019).

Meski begitu, dia berharap para pelaku dapat dihukum setimpal.

Dia juga ingin pihak kepolisian dapat menuntaskan kasus ini dan menangkap seluruh pelaku agar bisa melihat langsung wajahnya satu per satu.

"Kita mau minta (hukuman) gimana itu mah percuma, kita kan minta tapi kan pake proses hukum yang begitu, biar aja hukum," jelas dia.

5. Pelaku curi bensin eceran

Rudi Ariyanto (23) pemilik warung kelontong di Jalan Raya Kodau, RT 02/03, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi menyaksikan langsung detik-detik aksi pengeroyokan dan pembakaran yang menyebabkan seorang pemuda bernama Putra Aditya (18) tewas.

"Pas kejadian kebetulan saya masih buka, biasanya sampe jam 1 tapi karena malam takbiran jadi sampai hampir subuh saya masih buka," kata Riyan, Kamis (13/6/2019).

Warung Kelontong yang menjadi TKP pembakaran seorang pria di Jalan Raya Kodau, Jatiasih, Bekasi.
Warung Kelontong yang menjadi TKP pembakaran seorang pria di Jalan Raya Kodau, Jatiasih, Bekasi. (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Keributan makin beringas, dia langsung bergegas menutup warung lantaran takut terjadi sesuatu yang merugikan.

"Saya takut pas melihat ribut di depan warung, langsung buru-buru saya masukin dagangan saya tutup warung saya, karena takut mereka incar warung sayakan," ujar dia.

Namun sejumlah bensin eceran dagangannya kala itu tidak sempat dia masukkan karena terburu-buru menutup warung. Alhasil, seorang pelaku mengambil bensin ecerannya dan menyiramkan ke tubuh korban.

"Dia ambil dari sini bensinnya, saya udah enggak berani ngapa-ngapain udah pasrah turup pintu aja," jelas dia.

Hingga situasi kondusif, Riyan mengaku masih ketakutan, dia baru berani melihat ke luar ketika sudah banyak warga ramai menyokong korban yang mengalami luka parah.

"Warga nolongin dibawa pakai motor, pekaku udah pada kabur, saya liat korbannya masih hidup masih bisa berdiri cuma lukanya udah parah," jelas dia.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved