Breaking News:

Dini Hari Sebelum Salat Idul Fitri, Seorang Pemuda Dibakar Anak Tongkrongan: Saksi Ketakutan

Acungan jari tengah temannya ke segerombolan pria, membuat Putra Aditya (18) tewas karena luka bakar setelah tiga hari dirawat.

TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Putra Aditya menjadi korban pengeroyokan delapan orang pemuda di Jalan Raya Kodau, RT 02/03 Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, pada Rabu (5/6/2019) sekitar pukul 03.30 WIB. 

Warga berdatangan berusaha memadamkan api dibantu warga.

Di dalam warungnya, Rudi masih ketakutan dengan apa yang ia saksikan. Ia memutuskan keluar warung ketika warga berbondong menolong korban.

Tri Ambarwati memperlihatkan foto putranya semasa hidup saat ditemui di rumahnya di Kampung Sawah, RT07/04, Pondok Melati, Kota Bekasi, Kamis (13/6/2019).
Tri Ambarwati memperlihatkan foto putranya semasa hidup saat ditemui di rumahnya di Kampung Sawah, RT07/04, Pondok Melati, Kota Bekasi, Kamis (13/6/2019). (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Warga segera menolong Putra yang masih mampu berdiri meski badannya terbakar dan terluka parah.

Korban pun dibawa warga menggunakan motor menuju rumah sakit.

"Saya melihat korban masih hidup dan bisa berdiri. Cuma lukanya sudah parah," sambung Rudi.

Keliling untuk takbiran

Selama ini Putra dikenal supel, pergaulannya luas dengan siapa saja dan dikenal sebagai anak yang mandiri.

Selama menjadi sopir angkot K21A, Putra jarang pulang ke rumah dan sehari-hari tinggal di mes sopir yang disediakan pemilik angkot.

"Paling kalau pulang seminggu sekali," ucap Tri Ambarwati, ibu Putra, saat ditemui di rumahnya di Kampung Sawah, Pondok Melati, Bekasi, Kamis (13/6/2019).

Selasa (4/6/2019) bertepatan dengan malam takbiran, Putra izin ke ibunya untuk pulang terlambat karena mendadak harus mengantar penumpang borongan.

Halaman
1234
Penulis: Yogi Gustaman
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved