Setelah Dikeruk, Sedimen Lumpur di Waduk Pluit Akan Dijadikan Tanggul

Usai dikeruk dan dipindahkan ke tepian waduk, sebagian sedimen lumpur akan dimanfaatkan, sementara sisanya dibuang.

Setelah Dikeruk, Sedimen Lumpur di Waduk Pluit Akan Dijadikan Tanggul
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Sedimen lumpur di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (14/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta tengah melakukan pemeliharaan terhadap Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Pemeliharaan dilakukan dengan pengerukan sedimen lumpur dari sisi selatan waduk.

Pelaksana Pemeliharaan Waduk Pluit Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum mengatakan, ada dua tahapan yang akan dilakukan terhadap sedimen yang sudah dikeruk.

Usai dikeruk dan dipindahkan ke tepian waduk, sebagian sedimen lumpur akan dimanfaatkan, sementara sisanya dibuang.

"Ini kayaknya kita mau bikin dua tahapan. Mau kita bikin tanggul, sebagian nanti kita buang," kata Ika di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (14/6/2019).

Lumpur Terlalu Tebal, Belasan Alat Berat Dikerahkan di Waduk Pluit Sampai November

Ika menuturkan, sembari melakukan pengerukan agar waduk dapat menampung air hingga berada pada ketinggian maksimal 3 meter (Top Water Level), pihaknya berencana membuat tanggul dari sedimen lumpur.

Hal itu termasuk dalam rencana penataan Waduk Pluit ke depannya.

"Makanya tadi kita ukur-ukur, mau kita bikin tanggul, kita tata sekalian berapa volumenya, ini lagi proses," ucap Ika.

Adapun pengerukan ini sudah rutin dilakukan semenjak bulan April 2019 lalu.

Pengerukan Sisi Selatan Waduk Pluit Ditargetkan Sampai November 2019

Dinas SDA DKI Jakarta menargetkan pengerukan sedimen di sisi selatan waduk ini rampung hingga maksimal November 2019.

Sebanyak 13 alat berat berjenis ekskavator amfibi dikerahkan setiap harinya mulai pukul 8.00-16.00 WIB.

11 di antaranya dikerahkan secara bersamaan, sementara satu lainnya untuk cadangan, dan satu lainnya ditempatkan di rumah pompa untuk loading alat-alat lainnya.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved