Pilpres 2019

30 Orang Bersedia Menjadi Saksi di Sidang MK, BPN: Mereka Tanya Jaminan Keselamatan

"saya kira tidak ada orang yg akan mau memberikan testimoni tanpa adanya jaminan perlindungan," sambungnya

30 Orang Bersedia Menjadi Saksi di Sidang MK, BPN: Mereka Tanya Jaminan Keselamatan
Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/Jeprima)
Ketua Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN), Bambang Widjojanto memberikan pemaparan bukti kecurangan Pilpres 2019 pada sidang perdana sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2019). Sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum atau Sengketa Pilpres mengagendakan pemeriksaan pendahuluan kelengkapan dan kejelasan pemohon dari tim hukum BPN. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS -  Sekitar 30 orang sudah bersedia menjadi saksi untuk sidang sengketa Perselisihan Hasil Pemilu di Mahkamah Konstitusi.

Hal tersebut diungkapkan oleh anggota Tim Kuasa Hukum BPN Prabowo-Sandiaga Uno, Iwan Satriawan di Gedung Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Sabtu (15/6/2019).

"Sejauh ini sudah ada lebih kurang 30 saksi yang sudah bersedia. Tapi pertanyaannya rata-rata dari mereka adalah apa jaminan keselamatan kami saat datang ke Jakarta. Kemudian ketika dalam proses persidangan dan setelah pulang ke daerah masing-masing," jelasnya pada awak media.

Diketahui sebelumnya tim kuasa hukum BPN Prabowo-Sandi datang ke Gedung LPSK berkonsultasi dan mencari terkait saksi dan ahli yang akan dihadirkan dalam sidang MK.

Evan Dimas dan Beto Sementara Bawa Timnas Indonesia Hajar Vanuatu 6-0

Bergaya Bagai Sultan, Saaih Halilintar Bagikan Riyal Kepada Saudaranya di Mekkah

Setya Novanto Tidak Dikawal di Meja Administrasi, Kalapas Sumamiskin: Ada Keluarganya

Hasilnya tim kuasa hukum BPN Prabowo-Sandi akan mengajukan surat ke MK terkait keamanan saksi yang dihadirkan di sidang MK.

"Kalau saksi itu tidak ada protection, saya kira tidak ada orang yg akan mau memberikan testimoni tanpa adanya jaminan perlindungan," sambungnya.

Selain itu, Bambang Widjojanto atau biasa di sapa BW menjelesankan lebih terperinci maksud dari rekannya, Iwan.

"Singkatnya gini, tidak akan mungkin keadilan dicapai kalau dia (saksi) di bawah ancaman. Kita ingin mendorong supaya proses itu tidak ada dalam ancaman supaya keadilan bisa ditegakkan," pungkasnya.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved