Terlibat Aksi Tawuran, 2 Remaja Diringkus Polisi di Jalan Pintu II TMII

Sebanyak 2 remaja diamankan akibat tawuran di Jalan Pintu II Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sabtu (15/6/2019) dini hari.

Terlibat Aksi Tawuran, 2 Remaja Diringkus Polisi di Jalan Pintu II TMII
Net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Sebanyak 2 remaja diamankan akibat tawuran di Jalan Pintu II Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sabtu (15/6/2019) dini hari.

Sebelumnya diberitakan, tawuran antar remaja terjadi di lokasi tersebut sekitar pukul 02.00 WIB dan mengakibatkan di lokasi masih terdapat bekas pecahan kaca.

Bahkan gerobak batagor warga yang berada di pojok TMII ikut menjadi sasaran, sehingga kacanya mengalami pecah dan retak.

Puluhan petugas kepolisian dibantu tim pengurai massa (Raimas) Kepolisian Resort Jakarta Timur, berhasil mengamankan dua remaja tertinggal di sekitar lokasi.

"Dari aksi tawuran dini hari tadi kita amankan 2 orang yang remaja dan mereka masih tinggal di satu RT dan RW yang sama. Pelaku yang satu berusia 19 tahun dan yang satunya 15 tahun," jelas Kapolsek Cipayung Kompol Darmo, Sabtu (15/6/2019).

VIDEO Ke PRJ, Pengunjung Bisa Langsung Lihat Cara Pengolahan Dodol Betawi

Ini Dia Manfaat Hubungan Cinta Bagi Kesehatan! Salah Satunya Bisa Memperpanjang Umur

Pakai Topi dan Celana Pendek, Bandit Berpistol dan Samurai di Tangerang Rampok Toko Emas Siang Hari

Menurut Darmo, saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Nantinya kedua remaja tersebut akan dibawa ke Dinas Sosial agar dilakukan pembinaan.

"Para remaja tidak ditahan melainkan diamankan. Jadi nanti kita akan kirim ke Dinas Sosial dan akan dimasukan ke Panti untuk dilakukan pembinaan," lanjutnya.

Aksi tawuran yang terbilang sering menjadikan kawasan Lubang Buaya menjadi rawan tindak kriminalitas di wilayah Kecamatan Cipayung.

"Memang di lokasi sering terjadi gesekan antar warga. Kita sudah sering imbau warga untuk meminimalisir, bahkan sudah berkoordinasi juga melalui kepala sekolah untuk menekan angka tawuran remaja. Namun karena pelakunya hanya diberikan pembinaan bukan penahanan, jadi kembali terulang," tandasnya.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved