Hanya Tersisa Dua Zona Aktif, Perluasan TPA Sumur Batu Kota Bekasi Terus Berlanjut

Ulfah Musarofah mengatakan, dari enam zona yang ada, hanya zona lima dan zona enam yang masih bisa dimanfaatkan untuk pemrosesan sampah

Hanya Tersisa Dua Zona Aktif, Perluasan TPA Sumur Batu Kota Bekasi Terus Berlanjut
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
TPA Sumur Batu di Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BANTAR GEBANG - Perluasan Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Sumur Batu di Kecamatan Bantar Gebang milik Pemerintah Kota Bekasi hanya menyisahkan dua zona aktif dari enam zona yang ada.

Kepala UPTD TPA Sumur Batu Ulfah Musarofah mengatakan, dari enam zona yang ada, hanya zona lima dan zona enam yang masih bisa dimanfaatkan untuk pemrosesan sampah.

Sisanya, dari zona satu hingga zona empat telah ditutup total karena tinggi gunungan sampah sudah melebihi batas maksimal yakni 20 meter.

"Kita mengoptimalkan dua zona yang masih aktif, tinggi gunungan sampah kita tata agar bisa menampung kiriman sampah setiap hari," kata Ulfah kepada TribunJakarta.com, Minggu (16/6/2019).

Saat ini kata dia, total luas keseluruhan lahan TPA Sumur Batu mencapai 21 hektar dari yang sebelunya 19 hektar. Setiap tahun, kebutuhan lahan di TPA Sumur Batu terus meningkat agar dapat menampung kiriman sampah yang setiap harinya mencapai 700 ton.

"Kini luas lahan sudah 21 hektare. Tapi zona terbaru ini sekarang juga masih ditata, termasuk membuat jalur akses baru untuk truk sampah," kata dia.

Penambahan lahan TPA setiap tahunnya merupakan suatu kebutuhan yang harus dilakukan Pemkot Bekasi agar keberlangsungan TPA Sumur Batu tetap eksis menampung sampah yang diproduksi 2,7 juta jiwa warga Kota Bekasi.

"Rencana penambahan lahan tetap ada, tapi kita memanfaatkan lahan yang ada dulu dengan melakukan penataaan zona," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Perencanaan dan Pengadaan Lahan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Usman Sufirman, mengatakan, sesuai surat keputusan (SK) Wali Kota Bekasi tahun 2017, perluasan lahan TPA Sumur Baru dicabangkan seluas 50 hektar.

Camat Kramat Jati Klaim Belum Terima Permohonan Perbaikan Rumah yang Rusak Diterjang Banjir

"Pada tahun yang sama (2017) kita sudah lakukan perluasan sebesar 3,5 hektar, perluasan lahan terus dialanjut di tahun berpikirnya," kata Usman.

Sejak 2018, Disperkimtan telah melakukan perencanaan lanjutan membebaskan 3,8 hektar dengan estimasi anggaran sebesar Rp 42,5 miliar.

"Kita sudah lakukan penetapan lokasinya (3,8 hektar), tapi yang baru dibebaskan itu sekitar 1,2 hektar," jelas dia.

Pihaknya menargetkan untuk sisa lahan dari perencanaan lanjutan perluasan TPA Sumur Batu akan diupayakan rampung 2020 mendatang.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved