Kurangi Kemacetan, Petugas Buka Putaran Arah Depan Stasiun Buaran Lama

Anwar menyebut pembukaan putaran arah di Jalan I Gusti Ngurah Rai ampuh mengurai kemacetan yang selama ini dikeluhkan pengguna jalan

Kurangi Kemacetan, Petugas Buka Putaran Arah Depan Stasiun Buaran Lama
Istimewa
Personel Sudin Perhubungan Jakarta Timur saat membuka putaran arah depan bekas Stasiun Buaran Lama, Duren Sawit, Jakarta Timur 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Penutupan perlintasan Stasiun Cakung yang dilakukan beberapa waktu lalu dan pembangunan tol di Jalan Raya Bekasi memperburuk kemacetan di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Guna mengurangi kemacetan di Jalan I Gusti Ngurah Rai, pada Jumat (14/6/2019) Pemkot Jakarta Timur resmi membuka putaran arah depan bekas Stasiun Buaran, Duren Sawit.

Walikota Jakarta Timur M Anwar mengatakan pembukaan putaran arah dilakukan dengan cara membongkar barrier beton yang selama ini bercokol menutup putaran arah.

"Jika saya tidak membuka putaran di depan Stasiun Buaran Lama tentunya akan terjadi penumpukan kendaraan, upaya ini saya lakukan untuk mengurai kemacetan yang berada di Jalan I Gusti Ngurah Rai," kata Anwar di Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (16/6/2019).

Pembukaan putaran arah dilakukan setelah Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur melakukan kajian guna mengurangi kemacetan di Jalan I Gusti Ngurah.

Sejauh ini, Anwar menyebut pembukaan putaran arah di Jalan I Gusti Ngurah Rai ampuh mengurai kemacetan yang selama ini dikeluhkan pengguna jalan.

"Tadi laporannya dari petugas di sana, ternyata sangat bermanfaat sekali terhadap pengguna Jalan I Gusti Ngurah Rai," ujarnya.

Bawa Senjata Tajam, Dua Pemuda Diamankan Tim Pemburu Preman

Polisi Sudah Kantongi Identitas Perampok Toko Emas di Balaraja

Nantinya personel Sudin Perhubungan dan Satpol PP Jakarta Timur bakal dikerahkan guna mengatur arus lalu lintas, khususnya pada jam sibuk kala kemacetan terjadi.

Anwar menyebut pembukaan putaran arah juga dimungkinkan terjadi di wilayah lain, namun hal itu memerlukan kajian Sudin Perhubungan Jakarta Timur lebih dulu.

"Jika memang perlu kita lakukan akan kita laksanakan. Baik penutupan atau pembukaan putaran arah berikutnya agar kepadatan kendaraan di jalan terurai," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved