Polisi Perketat Pengamanan Pasar Balaraja Pasca Perampokan Toko Emas Permata

Polsek Balaraja bahkan sampai memberikan pengamanan lebih di area Pasar Balaraja, dekat toko emas Permata.

Polisi Perketat Pengamanan Pasar Balaraja Pasca Perampokan Toko Emas Permata
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Sehari pasca perampokan, toko emas Permata, yang berlokasi di kolong flyover Balaraja, Jalan Raya Serang, Telaga Sari, Balaraja, Kabupaten Tangerang, kembali buka, Minggu (16/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, BALARAJA - Kasus perampokan toko emas Permata yang berlokasi di Jalan Raya Serang kilometer 24, Telagasari, Balaraja, Kabupaten Tangerang, menjadi atensi pihak kepolisian dari tingkat Polres sampai jajaran Polsek di bawahnya.

Polsek Balaraja bahkan sampai memberikan pengamanan lebih di area Pasar Balaraja, dekat toko emas Permata.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, sejumlah polisi berpakaian preman terlihat di lokasi.

Bahkan, Kapolsek Balaraja, AKP Feby Harianto juga terlihat turun langsung ke lokasi.

"Kita perketat pengamanan, tidak hanya di sini (toko emas Permata) tapi juga area sekitar sinu," ujar Feby sambil menunjuk ke arah pasar Balaraja, Minggu (16/6/2019).

Feby tidak menyebutkan jumlah personel yang diturunkan dalam rangka pengetatan pengamanan itu.

Omzet Toko Emas Permata Balaraja Mencapai Ratusan Juta Rupiah Dalam Sehari

Jumlah Pembeli di Toko Emas Permata Balaraja Menurun Pasca Perampokan

Terkait kasus perampokannya, Feby mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan.

"Kita sedang melakukan penyelidikan, mohon waktu," ujarnya.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Kapolresta Tangerang, Kombes Pol. Sabilul Alif juga sudah membentuk tim khusus untuk mengejar para pelaku perampokan. Ia bahkan memimpin sendiri satu tim di antaranya.

"Saat ini tim 1 yang saya pimpin langsung sedang melakukan pengejaran ke daerah yang demi kepentingan penyelidikan belum dapat kami sampaikan nama daerahnya. Yang pasti, peristiwa ini menjadi atensi kami karena kasus ini sangat meresahkan dan viral di berbagai platform media," terang Sabilul.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved