Sekolah Tak Syaratkan KK Legalisir Pada Pendaftaran PPDB SMA di Tangsel

KK yang dilegalisir sebagai syarat mendaftar PPDB tingkat SMA di Tangsel sempat dikeluhkan sejumlah wali murid.

Sekolah Tak Syaratkan KK Legalisir Pada Pendaftaran PPDB SMA di Tangsel
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Antrean pendaftar PPDB tingkat SMA/SMK di SMKN 3 Tangerang yang menumpuk pada hari pertama, Senin (17/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Kartu Keluarga (KK) yang dilegalisir sebagai syarat mendaftar penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA di Tangerang Selatan (Tangsel) sempat dikeluhkan sejumlah wali murid.

Mereka kesal karena sampai harus melegalisir KK terlebih dahulu untuk mendaftar PPDB.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tangsel, Dedi Budiawan, bahkan menyebut hari ini terdapat 300 wali murid yang melegalisir KK di kantornya.

"300 orang, jam 12 selesai, enggak tahu besok," ujar Dedi saat dihubungi TribunJakarta.com, Senin (17/6/2019).

Camat Taman Sari Siagakan Petugas Jaga Kebersihan Sekitar Museum Kota Tua

Persib Bandung Jamu Tira Persikabo, Panpel Sediakan 24 Ribu Tiket yang Dijual Online

Namun hal itu bertolak belakang dengan persyaratan yang diminta sekolah.

Info soal persyaratan KK berlegalisir seperti tak berdasar.

Guru SMAN 6 Tangsel, Diani, mengatakan pihaknya tidak pernah meminta wali murid untuk membawa KK yang dilegalisir.

Diani menjelaskan, persyaratan KK hanya diminta untuk membawa fotokopi dan menunjukkan KK asli.

"KK tidak perlu legalisir. Fotokopi aja tapi dengan menunjukkan aslinya," ujar Diani.

Selain KK fotokopi, pendaftar PPDB juga harus membawa fotokopi akte kelahiran dan menunjukkan akte asli, serta legalisir Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN).

"SKHUN cap stempel basah atau legalisir," jelasnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved