Bus Tahanan Kejari Jakarta Timur Bobrok, Kejati DKI: Ada Anggaran Pemeliharaannya

"Terkait anggaran pemeliharaan ada pada satuan kerja Kejari Jakarta Timur," kata Nirwan di Jatinegara.

Bus Tahanan Kejari Jakarta Timur Bobrok, Kejati DKI: Ada Anggaran Pemeliharaannya
TribunJakarta/Bima Putra
Bus pengangkut tahanan Kejari Jakarta Timur di Rutan Klas 1 Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (13/6/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati DKI Jakarta, Nirwan Nawawi memastikan setiap Kejaksaan Negeri memiliki anggaran pemeliharaan merawat sarana dan prasarana.

Hal ini disampaikan Nirwan saat dikonfirmasi terkait bobroknya kondisi sejumlah bus pengantar tahanan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur yang seakan tak tersentuh perawatan sama sekali dalam waktu lama.

"Terkait anggaran pemeliharaan ada pada satuan kerja Kejari Jakarta Timur," kata Nirwan di Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (18/6/2019).

Lantaran dana pemeliharaan berada di Kejari Jakarta Timur, Nirwan menyebut yang mengetahui pasti alokasi penggunaan dana pemeliharaan itu selama ini.

Bus pengangkut tahanan Kejari Jakarta Timur di Rutan Klas 1 Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (13/6/2019)
Bus pengangkut tahanan Kejari Jakarta Timur di Rutan Klas 1 Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (13/6/2019) (TribunJakarta/Bima Putra)

Namun dia tak menampik kondisi sejumlah bus pengangkut yang setiap harinya mengangkut puluhan tahanan dari Rutan ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur itu sudah bobrok.

"Ada baiknya hubungi Kejari Jakarta Timur untuk masalah ini," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur Teuku Rahman mengatakan bus tahanan bobrok karena pihaknya fokus memperbaiki sarana gedung dan IT.

Dia menyebut seluruh sarana dan prasarana bakal diperbaiki, termasuk bus tahanan yang diharapkan perbaikannya dapat menggunakan dana dari Corporate Social Responsibility (CSR).

"Mencari bantuan CSR dari pihak BUMN atau BUMD atau Pemda Provinsi DKI untuk mendapat bantuan sarana prasarana kendaraan baik untuk tahanan maupun mobil tilang," kata Teuku, Kamis (14/6/2019).

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved