Cerita Aldri Seorang Marketing yang Berhasil Jual Rumah Bekas Pembunuhan Satu Keluarga di Pulomas

"Pembeli bilang rumah setan, tapi pas mau beli malah mau dijual lagi, mereka bukan takut tapi cari untung," jelasnya.

Cerita Aldri Seorang Marketing yang Berhasil Jual Rumah Bekas Pembunuhan Satu Keluarga di Pulomas
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Kondisi rumah yang menjadi lokasi pembunuhan sadis di Jalan Pulomas Utara 7A, Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur nampak ada sebuah spanduk berwarna hitam yang menunjukkan rumah mewah tersebut dijual, Senin (7/5/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOMAS - Pembunuhan sadis 'keluarga' di kawasan Pulomas sempat membuat geger publik.

Keluarga Ir Dodi Triono jadi korban perampokan di rumah mewahnya berada di kawasan Pulomas Utara, Kayu Putih

Kejadian yang terjadi pada tahun 2016 tepatnya di tanggal 26 desember menewarkan 6 orang dari total 11 orang disekap.

Para perampok dengan tega 'menyekap' para korban di sebuah kamar mandi kecil di dalam rumah tersebut hingga tewas.

Pasca kejadian sadis tersebut, rumah mewah milik Almarhum keluarga Dodi Triono lantas coba dijual.

Setahun Dipasarkan, Rumah Mewah TKP Pembunuhan Sadis di Pulomas Tak Kunjung Laku Dijual

Dodi Triono dan keluarganya.
Dodi Triono dan keluarganya. ()

Namun tak semudah itu, rumah bekas lokasi pembunuhan tersebut santer diisukan berhantu dan angker.

Lalu bagaimana nasib rumah tersebut pasca 3 tahun kejadian tersebut ?

Usut punya usut rumah mewah keluarga Dodi Triono ternyata sudah dibeli oleh seseorang.

Hal ini diketahui dari cerita seorang penjual rumah mewah bernama Aldri Karmani.

Aldri Karmani merupakan marketing Century 21 yang juga kenalan dekat keluarga Dodi Triono.

Halaman
1234
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved