Tingkat Kemacetan Jakarta Turun 8 Persen di 2018, Ini Respon Anies Baswedan

Anies mengatakan, salah satu hal yang mendorong penurunan angka kemacetan tersebut lantaran adanya sistem transportasi yang terintegrasi.

Tingkat Kemacetan Jakarta Turun 8 Persen di 2018, Ini Respon Anies Baswedan
TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (18/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Tingkat kemacetan Ibu Kota Jakarta menurun 8 persen pada tahun 2018.

Menurut hasil survei tomtom trafic index, Jakarta sebelumnya telah menduduki peringkat ke empat kota termacet di dunia dengan presentase sebesar 63 persen pada tahun 2017 lalu.

Namun, di tahun 2018 Jakarta menempati urutan ke 7 dengan presentase sebesar 53 persen.

"Tomtom traffic index 2018 Alhamdulillah Jakarta sudah mengalami peningkatan yang cukup baik. Kita di index itu 53 persen. Saya perlu sampaikan beberapa hal yang membantu ini. Pertama adalah soal integrasi transportasi," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Anies mengatakan, salah satu hal yang mendorong penurunan angka kemacetan tersebut lantaran adanya sistem transportasi yang terintegrasi.

Dengan sistem integrasi tersebut masyarakat merasa dimudahkan dalam berkendara sehingga mereka beralih dari kendaraan pribadinya dengan naik angkutan umum. Hal ini didukung dengan adanya pembukaan rute-ture baru untuk Transjakarta.

Kuasa Hukum Ratna Sarumpaet Meminta Keringanan Hukuman untuk Kliennya kepada Hakim

"Kalau transportasi publik terintgrasi mereka meninggalkan kendaraan pribadi. Dengan kendaraan pribadi berkurang maka traffic akan berkurang," kata Anies.

"Kita menugaskan Transjakarta untuk menyambung dengan transportasi publik kereta api dan MRT. Sehingga jumlah orang yang naik kendraan pribadi berkurang," tuturnya.

Selain itu, Anies mengatakan adanya pembangunan underpass di sejumlah jalan protokol Ibu kota juga menjadi salah satu alasan tingkat kemacetan di Jakarta bisa berkurang.

Seperti di kawasan Matraman Jakarta Pusat, dan Mampang misalnya.

"Jadi itu sebagian dari hal-hal yang kita pandang nanti akan kita teruskan ke depan supaya bisa mengurangi kemacetan. Tapi kita melihat ini sebagai progres positif yang kita akan coba pertahankan terus di tahun yang akan datang," pungkasnya.
Berikut 10 besar kota termacet di dunia versi TomTom Traffic Index 2018 :

1. Mumbai (India) sebanyak 65%
2. Bogota (Kolombia) sebanyak 63%
3. Lima (Peru) sebanyak 58%
4. New Delhi (India) sebanyak 58%
5. Moscow region (Rusia) sebanyak 56%
6. Istanbul (Turki) sebanyak 53%
7. Jakarta (Indonesia) sebanyak 53%
8. Bangkok (Thailand) sebanyak 53%
9. Mexico City (Meksiko) sebanyak 52%
10. Recife (Brasil) sebanyak 49%

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved