Baru Satu Bulan Taman Bermain Mini di Area Kantor Kelurahan Pinang Ranti Rusak

Ayunan dan gelas putar sudah nampak rusak. Bahkan untuk gelas putar sudah tidak lagi terpasang karena patah.

Baru Satu Bulan Taman Bermain Mini di Area Kantor Kelurahan Pinang Ranti Rusak
TribunJakarta/Ega Alfreda
ILUSTRASI Taman bermain anak-anak di Masjid Raya Al-Azhom, Tangerang, Kamis (6/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Baru satu bulan sejak dibangun taman bermain mini, dua mainan di area Kantor Kelurahan Pinang Ranti sudah rusak.

Dalam rangka sambut HUT ke-492 Jakarta, Lurah Pinang Ranti Haris Indrianto menghadirkan mural dan taman bermain mini di area kantornya.

Namun, baru berjalan satu bulan mainan yang terdiri dari empat jenis ini sudah ada yang rusak.

Ayunan dan gelas putar sudah nampak rusak. Bahkan untuk gelas putar sudah tidak lagi terpasang karena patah.

"Memang awalnya kita buat untuk sambut HUT Jakarta dan diperuntukan bagi orang tua yang membawa anak ketika sedang lakukan pelayanan. Tapi ternyata siapa saja juga bermain," katanya, Selasa (18/6/2019).

VIDEO Suasana Taman Bermain Anak di Lapangan Banteng Jakpus Saat Senja Berganti Malam

Lokasi Kantor Kelurahan Pinang Ranti yang disekitar Sekolah Dasar Negeri (SDN), membuat para murid SDN tersebut ikut bermain ketika pulang sekolah.

Terdapat 3 SDN Negeri yakni 04, 05 dan 07, menjadikan setiap harinya banyak siswa yang bermain.

"Dari warga sekitaran banyak ditambah anak SD yang main juga. Ya namanya anak-anak, memang sudah resiko kalau alami kerusakan. Jadi tidak apa-apa. Yang penting anak-anak bisa nikmati fasilitas yang ada," sambungnya.

Pihak Kelurahan hanya mengimbau untuk para anak-anak yang bermain agar bermain dengan benar. Sebab ketika rusak, perbaikannya memerlukan waktu juga, sehingga berkurang wahana bermainnya.

"Resiko perbaikan pasti kita tanggung. Tapi kan perbaikannya butuh waktu. Ya paling kalau ada yang mainnya enggak bener kita kasih tahu aja. Karena kalau rusak begini kan, tempat bermain mereka juga berkurang. Ayunan juga sudah kita ikat supaya enggak bisa di ayun kencang-kencang," tutupnya.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved