M Taufik Dorong Penyediaan Air dan Transportasi Gratis Untuk Warga Jakarta

"Iya betul. Saya akan memperjuangkan itu untuk air minum PAM. Yang 10 kubik ke bawah, saya dorong kepada Pemda untuk menggratiskan," kata Taufik

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Ketua Panitia Penyelenggara kampanye akbar Prabowo-Sandi, M Taufik, usai menggelar rapat internal di ruang konferensi pers SUGBK, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik mengaku akan mendorong penyediaan air bersih secara gratis untuk warga Jakarta.

Hal ini ia ungkapkan sesuai dengan janji kampanye saat Pemilu 2019 lalu.

"Iya betul. Saya akan memperjuangkan itu untuk air minum PAM. Yang 10 kubik ke bawah, saya dorong kepada Pemda untuk menggratiskan," kata Taufik saat dikonfirmasi, Rabu (19/6/2019).

Menurut Taufik, sudah menjadi kewajiban bagi Pemerindah Daerah mengratiskan kebutuhan air bagi masyarakatnya.

Ia pun mengaku berani apabila diminta untuk berdialog secara langsung dengan pihak pengelola.

"Saya sudah hitung. Saya berani kok dialog ke pengelola air. Kalau itu digratiskan, Anda masih untung apa engga? tetap masih untung. Itu air 10 kubik kebawah, saya kira sudah jadi kewajiban servis pemerintah ke masyarakat," katanya.

Selain penyediaan air, ia juga mengaku akan mendorong transportasi gratis di Jakarta.

Maling Handphone di Toko Kosmetik Kota Depok, Bagol dan Uu Diringkus Polisi

Celetukan Kapolri Tito Karnavian 7 Kali ke Tanah Suci saat Bahas Tudingan Kriminalisasi Ulama

Garong Pembobol Brankas di Alfamidi Cipinang Jaya Mengaku Tak Beraksi Sendirian

Menurut Taufik APBD Ibukota saat ini sudah cukup besar dan mampu untuk mensubsidi 80 persen daripada biaya tarif layanan Transjakarta.

"Sekarang belum. Tapi kalau duit sudah Rp 100 Triliun mau diapain? kalau sudah Rp 100 Triliun APBD nya mau diapain? Transportasi juga harus gratis," kata Taufik.

"Sekarang sudah 80 persen Transjakarta PSO kita. Kita subsidi itu 80 persen berati sisa 20 persen lagi, itu sederhana. kalau uang sudah Rp 100 Triliun lebih baik diserahkan kesitu (transportasi). Saya belum bicara secara formal ke Pak Anies, tapi kalau informal sudah," bebernya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved