Periode Januari-Juni 2019, Komnas PA Catat Kasus Kekerasan Terhadap Anak Meningkat 10 Persen

"Khususnya kekerasan seksual, DKI Jakarta belum beranjak. Masih di urutan pertama," ujarnya.

Periode Januari-Juni 2019, Komnas PA Catat Kasus Kekerasan Terhadap Anak Meningkat 10 Persen
Istimewa/dokumentasi Polresta Tangerang.
Ketua Komnas Anak Indonesia, Arist Merdeka Sirait saat Seminar Anak Berkebutuhan Khusus di Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Rabu (9/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO- Kekerasan terhadap anak jadi satu masalah yang belum terselesaikan dan hingga kini masih menghantui karena pelakunya acap kali justru merupakan orang terdekat.

Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA), Arist Merdeka Sirait mengatakan jumlah kasus kekerasan anak di wilayah Jabodetabek periode Januari-Juni 2019 meningkat.

"Meningkat 10%, dari 48% menjadi 58%. DKI Jakarta 124 kasus, Bekasi di urutan kedua 112 kasus, Bogor di urutan ketiga 102 kasus, Tangerang 98 kasus, dan Depok 89 kasus," kata Sirait di Pasar Rebo, Rabu (19/6/2019).

Jumlah kasus yang dilaporkan dan ditangani Komnas PA tersebut mengkhawatirkan karena bulan Juni bahkan belum berakhir sehingga jumlah kasus dimungkinkan bertambah.

Dari 518 kasus yang dilaporkan dan ditangani Komnas PA, Sirait menyebut kenaikan paling mencolok yakni kasus kekerasan seksual.

"Khususnya kekerasan seksual, DKI Jakarta belum beranjak. Masih di urutan pertama," ujarnya.

Perihal pelaku, Sirait menuturkan pelaku kekerasan terhadap anak masih didominasi orang terdekat korban, termasuk orang tua.

Ansitipasi Penurunan Air Tanah, Anies Baswedan Akan Hadirkan Air Pipa kepada Masyarakat

Pegawai Inspektorat Tangerang yang Viral Hina Babu Akhirnya Melapor ke Polisi

Sambut HUT ke-492 Jakarta, Tiket Masuk Ancol Digratiskan Pada 21 Juni

Komnas PA pun masih mendapati adanya laporan pelaku kekerasan terhadap anak dilakukan di lingkungan sekolah dengan pelaku guru atau pengelola sekolah.

"Pelakunya masih orang terdekat seperti ayah kandung dan tiri, teman sebaya, paman, guru, pengelolah sekolah, abang, dan tetangga," tuturnya. 

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved