Breaking News:

Rawan Longsor, Jalan Kramat Oyar Setu Hanya Diberikan Pembatas Bambu

Jalan Kramat Oyar Kelurahan RT 006 RW 004,  Setu, Cipayung, Jakarta Timur hanya diberikan pembatas dari bambu.

Rawan Longsor, Jalan Kramat Oyar Setu Hanya Diberikan Pembatas Bambu
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARAH
Suasana di Jalan Kramat Oyar RT 6/4, Cipayung, Jakarta Timur yang penuh sampah dan rawan longsor, Rabu (19/6/2019)

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Kerap dijadikan lokasi untuk buang sampah sembarangan dan rawan longsor, Jalan Kramat Oyar Kelurahan RT 006 RW 004,  Setu, Cipayung, Jakarta Timur hanya diberikan pembatas dari bambu.

Kondisi bambu pembatas yang mulai lapuk terlihat mulai rubuh di beberapa sisi dan dimanfaatkan para warga yang tidak bertanggung jawab ke arah tebing.

Tebing tersebut juga terlihat sudah ambrol ke bawah dan tanahnya mulai terkikis. Hal tersebut membuat beberapa pengendara harus extra hati-hati ketika melintasi jalan yang mengarah ke Ujung Aspal, Jawa Barat ini.

"Memang lokasinya rawan longsor. Beberapa meter sudah dilakukan turap sekitar November 2017 lalu. Tapi masih ada lebih dari 500 m yang belum di turap dan akhirnya kita kasih bambu ini," kata Lurah Setu Jenuri, Rabu (19/6/2019).

Pembatas bambu merupakan inisiatif dari pihak kelurahan. Dalam satu tahun kelurahan minimal mengganti pagar bambu di lokasi sebanyak tiga kali.

Ini 6 Risiko Makan Malam Terlalu Larut, Tak Hanya Pengaruhi Berat Badan Tapi Juga Daya Ingat

Ramalan Zodiak Kamis 20 Juni 2019: Taurus Besok Adalah Hari yang Menyenangkan!

Semarakkan HUT DKI ke-492, Berikut Kegiatan yang Diselenggarakan Disparbud DKI

Tidak adanya saluran air di sekitar lokasi juga membuat kondisi semakin memprihatinkan. Jalanan yang terlihat sudah mulai retak dan tebing yang berbatasan langsung dengan jalan, menjadi contoh kondisi di Jalan Kramat Oyar.

Sementara itu, menurut ketua RT 004, Salam mengatakan aduan warga terkait rawan longsor sudah masuk dalam Musrenbang sejak tahun 2017. Hanya saja belum ada tindak lanjutnya.

"Warga sudah usulkan dalam Musrenbang. Namun menurut Pak Lurah hanya sampai pada Tingkat Kecamatan sehingga tak kunjung di lakukan perbaikan," jelasnya.

Saat ini,  petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Setu lakukan pemantauan di lokasi setiap pagi. Mereka diwajibkan untuk manangkap warga yang kedapatan membuang sampah ke tebing yang dibawahnya terdapat aliran Kali Sunter ini.

Namun, hingga kini tak pernah ada warga yang tertangkap karena menurut Jenuri, warga tersebut selalu membuang sampah sejak tengah malam maupun dini hari.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved