Ada Kemungkinan Muncul Nama Baru untuk Cawagub DKI, Respons PKS : Apa Dasarnya?

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mempertanyakan pernyataan Partai Gerindra DKI

Ada Kemungkinan Muncul Nama Baru untuk Cawagub DKI, Respons PKS : Apa Dasarnya?
Instagram @matanajwa
Ilustrasi Kursi Kosong Cawagub DKI Jakarta, Pendamping Anies Baswedan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mempertanyakan pernyataan Partai Gerindra DKI terkait dengan adanya kemungkinan muncul nama baru bila kedua cawagub yang sudah diusungkan gagal karena tidak kuorum.

Menurut Suhaimi, pernyataan tersebut tidak berdasar. Apalagi tata tertib terkait pemilihan wagub DKI pun belum disahkan.

"Pertama, pansus masih berjalan. Tata tertib (pemilihan) belum ada. Muncul (pernyataan) itu tuh dari mana. Itu kan berati keinginan orang. Kalau tatibnya udah ada, baru ngomong begitu. Tatibnya aja baru dibahas," kata Suhaimi saat dikonfirmasi, Kamis (20/6/2019).

Menurut Suhaimi, tata tertib pemilihan sendiri akan disahkan dalam Paripurna. Artinya, sebelum Paripurna tersebut dilaksanakan, tata tertib pun belum sah meski sudah disusun.

Ia pun mengatakan bahwa ungkapan mengenai hadirnya nama baru jika kedua calon tidak dipilih merupakan pernyataan yang tidak berdasar.

Mahfud MD Beberkan Kesaksian Mentah Hairul Anas Keponakannya di Mahkamah Konstitusi

Sosok Joko Driyono di Mata Indra Sjafri: Kalem, dan Punya Pemikiran Matang

Rapat Paripurna di Gedung DPRD Tangsel Sepi, Anggota Dewan Ada yang Tidur

"Tatib disahkannya di paripurna. Tatib itu akan dikonsultasikan ke Kemendagri. Jadi kalau diomong gak kuorum, itu dasarnya apa?," kata dia.

"Belum ada dasarnya. Belum ada pikiran ke sana (calon baru) gak ada. Mendagri itu menegaskan DPRD harus memilih satu dari dua (calon) itu," bebernya.

Untuk diketahui, sebelumnya Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Abdul Ghoni menyebutkan ada kemungkinan apabila partai pengusung wagub DKI Jakarta kembali menyodorkan nama baru di detik-detik terakhir jelang pemilihan.

Hal tersebut, bisa saja terjadi apabila rapat paripurna pemilihan kandidat wagub DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno itu tak juga mencapai keputusan yang kuorum saat dilaksanakan.

Menurut Abdul Ghoni, DPRD akan memberikan tenggang waktu selama 10 hari kedepan untuk digelar kembali paripurna pemilihan tersebut.

"Lihat saja nanti, kalau sudah mengarah mencapai paripurna pemilihan, terus sekali itu tidak kuorum diberikan waktu 10 hari. 10 hari selanjutnya nggak kuorum (lagi) berarti ada pengajuan nama baru. Berarti kan nggak diterima," kata Abdul Ghoni, Senin (17/6/2019).

Adapun, dua nama yang sudah diajukan ke DPRD DKI Jakarta sebagai cawagub pendamping Anies yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto dari PKS. Keduanya direncanakan akan diparipurnakan pada 22 Juli 2019 mendatang.

"(Jika tidak terpilih) Iya harus nama baru. Nanti bakal tertuang di Tatib. Aturannya begitu. (Gerindra) Ada bang Taufik, banyak lah. Bang Taufik layak, dia di organisasi dan politik sudah mumpuni. Dia mantan Ketua KPU DKI, sudah tahu dia lembah-lembah di DKI ini," papar Abdul Ghoni.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved