Aksi 22 Mei

Jadi Korban Penjarahan Saat 22 Mei, Warung Kopi Ismail di Jalan Wahid Hasyim Sudah Banyak Pembeli

"Sudah banyak pembeli dari hari Senin kemarin, alhamdulillah," kata Ismail, di Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2019).

Cuma, kata Ismail, dirinya belum membuat menu lainnya seperti bubur kacang hijau.

"Kalau bubur kacang hijau belum bikin. Adanya mi saja kalau makanan. Biasanya ada roti bakar juga, cuma ini penggorengannya belum bisa dipakai untuk bikin bubur," tuturnya.

Sementara, Ismail mengaku semalam tidur beralaskan kardus di dalam warungnya.

"Saya juga semalam tidur pakai kardus doang. Itu kardusnya kardus mi, saya robek biar jadi tatakan," ucapnya.

Dari pantauan TribunJakarta.com di lokasi, warung kopi Ismail sudah tersedia gula, aneka mi instan, kopi, susu, teh, penggorengan, kompor, gas elpiji, sejumlah kardus berisi mi instan, kerupuk, panci, dan sebagainya.

Dua orang pria tampak pula berada di warung Ismail sambil memegang gelas berisi minuman kopi.

Satu pria mengenakan kemeja cokelat, celana hitam, rompi hijau, dan sepatu pantofel hitam.

Dan satu pria lainnya mengenakan kemeja biru muda, celana panjang hitam, berkacamata, dan sepatu kasual.

Diketahui, warung kopi Ismail biasanya mulai beroperasi sejak pukul 05.00 WIB hingga 00.00 WIB.

"Biasanya sih buka dari jam lima pagi, sampai jam dua belas malam. Cuma hari ini saja karena bapak bangunnya jam tiga pagi, jadi buka warung sekalian," ujar Ismail kepada TribunJakarta.com.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved