Jokdri Akui Perintahkan Sopirnya Amankan Sejumlah Barang Pribadi

Joko Driyono, terdakwa kasus pengrusakan barang bukti terkait pengaturan skor, menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

Jokdri Akui Perintahkan Sopirnya Amankan Sejumlah Barang Pribadi
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono menjalani sidang kasus perusakan barang bukti terkait pengaturan skor di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Joko Driyono, terdakwa kasus pengrusakan barang bukti terkait pengaturan skor, menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera Raya, Pasar Minggu, Kamis (20/6/2019).

Setelah mendengar keterangan para saksi di sidang sebelumnya, kali ini giliran Majelis Hakim yang memeriksa terdakwa.

Dalam kesaksiannya, Jokdri menjelaskan tentang perintahnya kepada sopir pribadinya, Muhamad Mardani Morgot alias Dani, saat ruang kerjanya disegel Satgas Anti Mafia Bola pada 31 Januari 2019.

Ia pun mengakui telah memerintahkan Dani untuk mengamankan sejumlah barang pribadi di ruangannya.

"Dengan kesadaran penuh, saya bilang oke silakan masuk. Amankan barang pribadi saya kecuali buku dan majalah," ujar Jokdri.

Perintah itu, jelas dia, berawal dari informasi dari rekannya Kokoh Afiat yang memberitahu jika kantor PT Liga Indonesia di Rasuna Office Park, Kuningan, telah disegel.

Pemkab Kepulauan Seribu Kampanyekan Pengurangan Sampah Plastik

Baru Bebas 4 Bulan, Residivis di Tangerang Kembali Mendekam di Penjara karena Melakukan Pengeroyokan

Yusril Sebut Saksi Ngeyel, TKN Klarifikasi Moeldoko Sebut Kecurangan Bagian Demokrasi

"Barang pribadi yang dimaksud adalah komputer, pin, souvenir, dan gadget," katanya.

Ia merasa khawatir barang-barang tersebut rusak atau tercampur dengan barang lainnya.

"Dalam imajinasi saya, penggeledahan ini akan sporadis dan membabi buta," tutur dia.

Jokdri didakwa telah merusak barang bukti dalam kasus pengaturan skor.

Terdakwa dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) KUHP poin ke-3 dan ke-4, Pasal 235 juncto Pasal 231 juncto pasal 55 ayat (1) KUHP, subsider Pasal 232 juncto Pasal 235 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP, dan Pasal 221 ayat (1) ke-2 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved