Pro dan Kontra Wacana Pemisahan Tenda Pria dan Wanita untuk Pendaki Taman Nasional Gunung Rinjani

Menurut Sudiyono, saat ini pihaknya tengah fokus pada perbaikan manajemen pendakian, terlebih jalur pendakian Rinjani telah dibuka kembali 14 Juni.

Pro dan Kontra Wacana Pemisahan Tenda Pria dan Wanita untuk Pendaki Taman Nasional Gunung Rinjani
KOMPAS/Iwan Setiyawan
Keindahan kaldera Gunung Rinjani dengan Danau Segara Anak dan gunung anakan Barujari menjadi salah satu daya tarik wisata di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. 

TRIBUNJAKARTA.COM, MATARAM - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) angkat bicara soal maraknya pemberitaan TNGR akan segera menerapkan pemisahan antara tempat tenda kamping laki-laki dan perempuan bagi pendaki Gunung Rinjani.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Sudiyono dalam keterangan resmi menyatakan, pihaknya sangat mendukung adanya program wisata halal dari Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB).

Namun, berkaitan dengan adanya gagasan pemisahan antara tenda laki-laki dan perempuan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani yang kemungkinan akan menjadikan pro dan kontra di masyarakat, Sudiyono menegaskan bahwa hal tersebut bukan menjadi prioritas pihak TNGR.

"Kami sampaikan bahwa program tersebut tidak akan kami laksanakan karena bukan menjadi prioritas TNGR," kata Sudiyono dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (19/6/2019).

Menurut Sudiyono, saat ini pihaknya tengah fokus pada perbaikan manajemen pendakian, terlebih jalur pendakian Rinjani telah dibuka kembali pada 14 Juni 2019.

"Pada saat ini kami sedang fokus pada perbaikan manajemen pendakian, khususnya pada e-tikecting, pengelolaan sampah, dan perbaikan sarana prasarana jalur pendakian," kata Sudiyono.

Sudiyono meminta seluruh pihak untuk mengakhiri pembicaraan terkait hal tersebut karena dikhawatirkan akan merugikan dunia pariwisata di Indonesia.

Sebelumnya diberitakan, semenjak jalur pendakian Gunung Rinjani dibuka kembali pada 14 Juni lalu, TNGR mencatat hampir 300 pendaki melakukan pendakian ke Gunung Rinjani melalui empat jalur yang dibuka.

Empat jalur yang dibuka meliputi jalur Sembalun, Senaru, Aiq Berik, dan Timbanuh.

Dari jumlah pendaki tersebut, 80 persen merupakan turis asing.

Halaman
1234
Penulis: wahyu tribun jakarta
Editor: Muhammad Zulfikar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved