Harapan Anies Baswedan saat DKI Jakarta Menginjak Usia 492 Tahun

Anies mengajak seluruh masyarakat untuk mensyukuri apa yang sudah dicapai terhadap pembangunan di Jakarta.

Harapan Anies Baswedan saat DKI Jakarta Menginjak Usia 492 Tahun
TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan unjuk kebolehan, nyanyi bareng petugas dinas Binamarga DKI di Terowongan Kendal, Jumat (21/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, SUDIRMAN - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memilih tajuk Wajah Baru Jakarta sebagai tema dari perayaan HUT ke-492 Kota Jakarta yang jatuh pada 22 Juni besok.

Tema tersebut, diambil lantaran saat ini Jakarta sebagai Ibu Kota diharapkan tak hanya berubah secara fisik saja.

Melainkan juga secara mainset dan pemikiran, sehingga masyarakat di Jakarta memiliki kebiasaan baru yang menjadikan kota Jakarta nyaman ditinggali bagi siapa saja.

"Tadi saya ceritakan bahwa pembangunan fasilitas transportasi saja, urutannya diubah. Dulu nomor satu fasilitas kendaraan pribadi, baru kemudian kendaraan umum, baru kemudian untuk sepeda dan pejalan kaki. Sekarang konsep itu diubah," kata Anies, Jumat (21/6/2019).

Anies mencontohkan salah satu penampakan wajah baru di Jakarta terlihat pada sistem transportasi di Ibu kota saat ini.

Jika dahulu selalu mengedepankan kepentingan kendaraan pribadi, kini Anies mengatakan bahwa pemerintah telah menggagas konsep baru dengan mengedepankan para pejalan kaki dan pengguna sepeda.

Hal ini pun didukung dengan sistem transportasi terintegrasi untuk mengurangi macet di Jakarta.

"Sekarang, nomor satu adalah fasilitas untuk pejalan kaki, untuk sepeda, kendaraan umum, baru kendaraan pribadi, jadi kebaruan itu bukan hanya penampilan fisik, tapi juga pada mindsetnya," tutur Anies.

Sosok Mayat Wanita Terikat Rafia di Legok Kabupaten Tangerang Tak Dikenali Warga

Anies mengajak seluruh masyarakat untuk mensyukuri apa yang sudah dicapai terhadap pembangunan di Jakarta.

Lewat perayaan HUT ke-492 DKI tahun ini, Anies berharap lebih banyak masyarakat yang bisa berkontribusi untuk pembangunan di Jakarta.

"Seperti diceritakan oleh bu gilang, bahwa dinding itu bisa menjadi temapt untuk seni, mengekspresi, dan memberikan pesan. Saya ketika tahun lalu meluncurkan mural di sepanjang Jalan Antasari, waktu itu saya katakan jadikan Jakarta sebagai kanvas, jadi ekspesi seni budaya kita, dan inilah kesempatannya. Jadi salah satu pesannya mari kita terlibat mari kita ikut membangun Jakarta," ungkap dia.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved