Pilpres 2019

Masih bersama Koalisi Adil Makmur, PAN Tegaskan Arah Koalisi Diputuskan Melalui Rakernas

"Yang penting secara organisasi pan tetap konsisten dalam Koalisi Adil Makmur dan semua keputusan baru akan diambil setelah Rakernas," ujarnya.

Masih bersama Koalisi Adil Makmur, PAN Tegaskan Arah Koalisi Diputuskan Melalui Rakernas
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan saat Rakernas II dan Silatnas PAN di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Minggu (29/5/2016). Rakernas PAN membahas Pilkada Serentak 2017 serta membahas isu-isu kesejahteraan masyarakat seperti kejahatan seksual yang sedang menjadi sorotan publik. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Sekjen DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Agusyanto menegaskan bahwa PAN baru akan memutuskan arah dukungan koalisi dalam forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas).

Dirinya menyayangkan sikap Icu Zukafril atas nama Instruktur Nasional PAN karena membuat pernyataan di media yang tidak menjaga marwah partai dan cenderung tidak paham dengan perkembangan dinamika politik yang ada.

"Semua orang tahu PAN konsisten sampai sekarang berada di Koalisi Adil Makmur dan itu bisa di verifikasi secara faktual di lapangan selama proses pemilu kemarin. PAN bahu membahu mengkampanyekan capres dan cawapres Koalisi Adil Makmur sampai kehilangan kursi di Jawa Tengah," kata Eddy di Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Eddy menyampaikan bahwa DPP sudah memutuskan dalam rapat harian Selasa 18 Juni lalu bahwa PAN konsisten mendukung perjuangan melalui MK dan baru akan mengambil sikap setelah putusan MK melalui forum resmi yaitu Rakernas.

"Yang penting secara organisasi pan tetap konsisten dalam Koalisi Adil Makmur dan semua keputusan baru akan diambil setelah Rakernas," ujarnya.

MK Gelar Sidang Perdana Sengketa Pilpres, Berikut Daftar Lengkap Tim Hukum Jokowi dan Prabowo

"Karena itu Saudara Icu Zulkafril sebagai tokoh senior dan tim instruktur harusnya fokus dalam gerakan pengkaderan. Terkait perbedaan pandangan oknum pengurus PAN setelah pengumuman resmi KPU RI terkait hasil pilpres itu wajar itulah demokrasi," kata Eddy.

Eddy menyebut seharusnya tim instruktur nasional memanggil Kader PAN yang dianggap berbeda pandangan untuk berdialog dan memberikan nasehat.

Bukan malah menjustifikasi DPP PAN yang berdarah darah berjuang dalam pilpres dan pileg

"Tugas Instruktur melatih kader bukan menasehati DPP. Untuk menasehati DPP namanya Majelis Pertimbangan Partai (MPP)," katanya.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved