Pasutri Bandar Sabu 5 Kilogram Gonta-ganti Handphone Usai Transaksi Narkoba

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Ady Wibowo mengatakan langkah tersebut ditempuh agar tak mudah terlacak bila rekanan bisnisnya terciduk aparat.

Pasutri Bandar Sabu 5 Kilogram Gonta-ganti Handphone Usai Transaksi Narkoba
TribunJakarta/Bima Putra
Barang bukti sabu yang diamankan dari tiga tersangka di Mapolres Jakarta Timur, Jumat (21/6/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Meski mengaku baru satu tahun jadi bandar sabu untuk wilayah DKI Jakarta dan bukan residivis, pasutri Satrio Wira Adi (26) dan Ari Susanti (34) terbilang lihai sebagai penjahat.

Tak hanya merekrut tetangga yang sudah dipercaya jadi pengedar, mereka juga bergonta-ganti nomer seluler dan handphone guna usai berteransaksi.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Ady Wibowo mengatakan langkah tersebut ditempuh agar tak mudah terlacak bila rekanan bisnisnya terciduk aparat.

"Handphone ini kita amankan pada saat kita lakukan penangkapan dan dari beberapa BB (barang bukti) masih ada yang baru. Artinya mereka menggunakan pola menghilangkan jejak," kata Ady di Mapolres Metro Jakarta Timur, Jumat (21/6/2019).

Merujuk pemeriksaan penyidik Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Timur, Ady menuturkan mereka langsung membuang nomor berikut handphone yang sudah digunakan untuk berteransaksi.

Pasalnya penangkapan Satrio dan Susanti pada Rabu (19/6/2019) di rumahnya, Kecamatan Tambun Selatan, Kota Bekasi setelah tetangga mereka, Dodi Saputra (34) buka mulut.

Kala itu, penyidik Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Timur berhasil mengamankan lima handphone anyar yang masih tersegel dan tiga handphone lainnya.

VIDEO Gerai Uniqlo Mall Kelapa Gading Diserbu Penggemar K-Pop yang Incar Koleksi BT21

"Kita bisa analisa mereka setelah selesai melakukan transaksi melalui alat komunikasi ini mereka akan hilangkan kemudian berganti dengan handphone terbaru," ujarnya.

Sedikitnya, pasutri yang juga positif mengkonsumsi narkoba itu menerima suplai 10 kilogram sabu dari M yang kini buron setiap tiga bulan sekali.

Ketiga tersangka yang dijerat pasal 114 subsider 112 UU Narkotika No 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup itu nekat menjual narkoba karena alasan ekonomi.

"Mereka bekerja sama dengan motivasi mencari ekonomi gitu ya. Dan mereka sudah melakukan kegiatan ini setahun, mereka berbagi tugas. Di situ saling melindungi dan mereka melakukan kegiatan dengan tetangga yang mereka kenal," tuturnya. 

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved