Aksi 22 Mei

Penahanan Soenarko Ditangguhkan, Kuasa Hukum: Tidak Wajib Lapor

Mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko tidak dikenakan wajib lapor setelah penahanannya ditangguhkan.

Penahanan Soenarko Ditangguhkan, Kuasa Hukum: Tidak Wajib Lapor
Istimewa/dokumentasi pengacara
Mayjen TNI (Purn) Soenarko sebelum meninggalkan Rutan Guntur, Setiabudi, Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, SETIABUDI - Mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko tidak dikenakan wajib lapor setelah penahanannya ditangguhkan.

Hal ini disampaikan pengacara Ferry Firman Nurwahyu setelah menemui kliennya, Soenarko, keluar dari Rutan Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan.

"Tidak ada (wajib lapor)," ucap Ferry Firman kepada awak media, Jumat (21/6/2019).

Meski begitu berdasarkan surat pemberitahuan penangguhan yang diterima kuasa hukum, Soenarko harus tetap hadir bila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk dimintai keterangan oleh kepolisian.

"Pada surat pemberitahuan penangguhan penahanan ini dikatakan telah lakukan penagguhan atau pengeluaran tahanan dari Bareskrim Polri yang dititipkan di Rutan Guntur sejak 20 Mei sampai 21 Juni," kata dia.

"Tapi apabila sewaktu-waktu misalkan kami mendapatkan telepon kami akan hadirkan Pak Soenarko," Ferry Firman menambahkan. 

Meski penahanannya ditangguhkan, Ferry menyebut, kliennya tersebut tetap berharap penyelidikan atas kasus yang menjeratnya dihentikan.

"Harusnya SP3 (surat penghentian penyidikan), harus dihentikan perkaranya," ujarnya.

Mantan Danjen Koppasus Soenarko ditetapkan pihak kepolisian sebagai tersangka atas kepemilikan senjata api ilegal sejak Mei 2019 lalu.

Ia ditanggap atas tuduhan dugaan penyelundupan senjata dari Aceh dan berpotensi mengancam keamanan nasional.

Senjata itu diduga diselindupkan untuk digunakan dalam kerusuhan 22 Mei 2019 lalu.

Ia pun kini bisa menghirup udara bebas setelah pihak kepolisian mengabulkan permohonan penangguhan penahanan terhadap Soenarko.

Ferry menyebut, penangguhan penahanan terhadap mantan Danjen Kopassus ke-22 ini sendiri sudah dilakukan sebanyak dua kali.

"Pertama penangguhan kami ajukan tanggal 21 Mei dengan jaminan istri dan anaknya, kemudian tanggal 20 Juni oleh 102 purnawiran TNI," kata Ferry.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved