Pilpres 2019

Andre Rosiade & Andi Syafrani Bahas Soal Saksi Tahanan Kota, Refly Harun: Salahkan Kuasa Hukumnya

Juru Bicara BPN, Andre Rosiade berdebat Tim Hukum TKN, Andi Syafrani soal saksi kubu 02 yang berstatus tahanan kota. Refly Harun ucap begini.

Andre Rosiade &  Andi Syafrani Bahas Soal Saksi Tahanan Kota, Refly Harun: Salahkan Kuasa Hukumnya
YOUTUBE KOMPAS TV
Juru Bicara BPN, Andre Rosiade berdebat Tim Hukum TKN, Andi Syafrani soal saksi kubu 02 yang berstatus tahanan kota. 

"Yang paling penting bukan apa statusnya tapi bagaimana kualitas kesaksian dia," terangnya.

"Bahkan seorang yang sudah ditahan sekalipun kalau dia menyaksikan tindak pidana, dan dia mengetahui betul tindak pidana itu ya dia boleh bersaksi. Jadi bukan karena statusnya tapi karena pengetahuan," tambahnya.

Pengakuan Rahmadsyah

Saksi Tim Hukum Prabowo-Sandiaga mengaku seidkit khawatir saat memberikan kesaksian di sidang MK, Rabu (19/6/2019).

Dilansir, dari Kompas.com, Rahmadsyah saat ini berstatus terdakwa dalam kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) karena berupaya membongkar kecurangan di Pilkada Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.

Kemudian, Rahmadsyah juga berstatus sebagai tahanan kota.

Kabar Persib: Rahmad Darmawan Bahas Kerusuhan di Si Jalak Harupat, Nasib Bojan dan Ezechiel

Momen Said Didu Diingatkan Hakim MK Soal Statusnya saat Bersaksi, Yusril Pilih Tak Bertanya

Bicara Soal Bukti Kubu 02 di Sidang MK, Yusril: Tidak Ada yang Bisa Membuktikan

Kapolri Mutasi 10 Perwira Tinggi, Deputi Penindakan KPK Ditarik Jadi Kapolda Sumatera Selatan

Daftar Lokasi Pelayanan SIM Keliling di Lima Jakarta Hari Ini, Jumat (21/6/2019)

Dalam persidangan, Hakim MK, I Dewa Gede Palguna sempat bertanya apakah Rahmadsyah dalam kondisi takut untuk memberikan kesaksian.

"Sedikit, karena hari ini saya terdakwa kasus pelanggaran UU ITE, membongkar kecurangan pemilu," jawab Rahmadsyah.

Hakim MK pun memastikan apakah Rahmadsyah mendapat ancaman terkait posisinya sebagai saksi sidang sengketa pilpres.

Rahmadsyah memastikan jika dirinya tak mendapat ancaman.

"Tida ada," kata Rahmadsyah.

Di sisi lain, kuasa hukum terkait, Teguh Samudra sempat mengonfirmasi apakah kehadiran Rahmadsyah sudah mendapat izin dari pengadilan.

Rahmadsyah mengaku dirinya hanya memberikan surat pemberitahuan kepada kejaksaan.

Pemberitahuan tersebut tidak berisi soal posisinya sebagai saksi sidang sengketa pilpres.

"Saya izin untuk menemani orang tua yang sedang sakit di Jakarta," ucap Rahmadsyah. (*)

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Rr Dewi Kartika H
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved