Kenakan Masker dan Penutup Kepala, Para Pelaku Menyerang Penjaga Lahan di Kalimalang Bekasi

Aksi penyerangan terhadap penjaga lahan di Jalan KH Noer Ali Kalimalang Bekasi menggunakan masker dan penutup kepala

Kenakan Masker dan Penutup Kepala, Para Pelaku Menyerang Penjaga Lahan di Kalimalang Bekasi
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
TKP Penyerangan penjaga lahan di Jalan KH Noer Ali Kalimalang Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Aksi para pelaku penyerangan terhadap penjaga lahan di Jalan KH Noer Ali Kalimalang Bekasi menggunakan masker dan penutup kepala. Hal ini diungkapkan seorang korban bernama Heri Amora (32).

Heri saat dijumpai di Mapolres Metro Bekasi Kota menuturkan, saat kejadian dia tengah istirahat di dalam kamar bersama rekannya. Namun tiba-tiba, sekelompok orang datang dengan cara mematikan listrik terlebih dahulu dan mengepungnya.

"Ada sekitar 30-50 orang, semua pakai masker pakaian biasa bebas, pakai topi, mereka datang tiba-tiba aja pertama yang saya ingat lampu mati lalu terdengar suara tembakan," kata Heri.

Heri mengalami luka pada bagian bahu sebelah kiri akibat sabetan sabetan senjata tajam, dia mengaku tidak dapat berbuat banyak manakala sekelompok orang tidak dikenal datang menyerang.

Penjaga Lahan di Bekasi Diserang Sekelompok Orang Tak Dikenal, 1 Orang Tewas Tertembak

Terungkap Penyebab Jasad Wanita Terikat Tali Rafia di Tangerang, Polisi Ungkap Kondisi Rahim Korban

RSUD Bekasi Usulkan Biaya Layanan Poli Forensik Bisa Ditanggung Pemerintah bagi Pemegang KS-NIK

"Saya sama teman-teman disuruh keluar (dari dalam kamar), ada tiga orang di dalam kamar, waktu kita mau dekat bang Dani (korban meninggal dunia) mereka bilang tidak boleh di saat itu kita sudah dengar bunyi tembakan," ungkapnya.

Sementara itu, korban lain bernama Tito Ulukyanan (24) mengatakan, dia saat kejadian berada di dalam kamar bersama Heri dan satu korban lainnya bernama Daniel.

"Saya luka di bagian perut dan kaki karena dilempar balok dan kaca beling, ketika itu kami diancam jangan mendekat ke bang Dani, diancam pakai senjata tajam, teman kami Daniel luka tembak di bagian paha karena berusaha mendekat," ungkap dia.

Tito menambahkan, setiap hari mereka ditugaskan menjaga lahan yang diketahui milik Acam bin Mendung dan M Zaelani Hamid. Ada sebanyak tujuh orang yang ditugaskan mejaga lahan, selain mejaga lahan mereka membuka usaha steam kendaraan dan membuat bangunan semi permanen di atas lahan seluas kurang lebih 1.700 meter persegi.

"Kalau saya baru sekitar 4 bulan, tapi Bang Dani (korban meninggal dunia) sudah lama di situ, tugas kami menjaga saja sama buka steam," jelas dia.

Sebelumnya, kasus penyerangan terhadap penjaga lahan terjadi pada Jumat, (21/6/2019) sekitar pukul 23.30 WIB. Akibat peristiwa tersebut, satu orang atas nama Dani (46) meninggal dunia akibat luka tembak di bagian pinggang sebelah kanan.

Selain itu, lima orang yang berada di TKP turut diserang hingga mengalami luka, masing-masing Daniel mengalami menderita luka tembak di bagian paha, Heri luka bacok pada bagian bahu sebelah kiri, Tito lecet pada bagian perut, Stevanus luka robek pada bagian tangan kanan, Hendrikus luka robek pada bagian kaki kanan dan dagu.

Kasus tersebut saat ini masih dalam penanganan pihak kepolisian Polres Metro Bekasi Kota. Adapun pihal kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan korban.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved