Korban Tewas Penyerangan Sekelompok Tak Dikenal Terkena 3 Luka Tembak

Tiga buah timah panas bersarang di tubuh Dani, korban tewas akibat peristiwa penyerangan terhadap penjaga lahan

Korban Tewas Penyerangan Sekelompok Tak Dikenal Terkena 3 Luka Tembak
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Korban bersama kuasa hukum usai diperiksa di Mapolres Metro Bekasi Kota, Sabtu (22/6/2019).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Tiga buah timah panas bersarang di tubuh Dani, korban tewas akibat peristiwa penyerangan terhadap penjaga lahan di Jalan KH Noer Ali Kalimalang, Kota Bekasi.

Budiono, kuasa hukum pemilik lahan mengatakan, Dani (46), menderita tiga luka tembak pada bagian kaki, perut, dan punggung. 

"Tiga proyektil masuk ke dalam tubuh korban, senjatanya ini diduga menggunakan senapan FN kaliber 09," kata Budiono saat dijumpai di Malolres Metro Bekasi Kota, Sabtu, (22/6/2019). 

Saat ini lanjut dia, jenazah korban masih di autopsi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Rencananya, jenazah korban akan langsung dibawa pihak keluarga untuk dikebumikan di kampung halamannya di daerah Ambon Maluku. 

"Kita masih nunggu autopsi dulu rencana mau dibawa ke kampung di Ambon," lanjut Budiono. 

Terungkap Penyebab Jasad Wanita Terikat Tali Rafia di Tangerang, Polisi Ungkap Kondisi Rahim Korban

Penjaga Lahan Diserang Sekelompok Tak Dikenal di Bekasi, Korban Dengar 8 Kali Letusan Tembakan

PPSU Susukan Berharap Masyarakat Lebih Sadar untuk Menjaga Lingkungan

Adapun kasus ini telah ditangani pihak Polres Metro Bekasi Kota, Budiono menjelaskan, dua orang korban selamat masih dirawat di RSUD Kota Bekasi karena menderita luka tembak pada bagian paha. 

"Korban luka-luka yang ada di lokasi sudah diperiksa di Mapolres, ada 7 orang di lokasi kejadian, satu orang meninggal dunia sisanya luka-luka," jelas dia. 

Adapun selama ini, lahan yang dijaga korban merupakan lahan sengketa. Saat ini kasus sengketa lahan masih dalam proses hukum di Pengadilan Negeri Kelas 1A Bekasi

"Korban bekerja untuk ahli waris atas nama M Zaelani maupun acan," kata Budiono. 

Namun dia belum bisa memastikan apakah kasus penyerangan ini berkaitan dengan sengketa lahan yang selama ini terjadi. Adapun luas lahan keseluruhan mencapai kurang lebih 1.700 meter pesegi. 

"Biar nanti polisi yang akan membukitan kejadian ini, kita belum bisa menyinpulkan tapi kita percaya kepada Polisi bisa mengungkap kasus ini," tegas dia. 

Sebelumnya, kasus penyerangan terhadap penjaga lahan terjadi pada Jumat, (21/6/2019) sekitar pukul 22.30 WIB. Akibat peristiwa tersebut, satu orang atas nama Dani (46) meninggal dunia dengan luka tembak.

Selain itu, lima orang yang berada di TKP turut diserang hingga mengalami luka, masing-masing Daniel mengalami menderita luka tembak di bagian paha, Heri luka bacok pada bagian bahu sebelah kiri, Tito lecet pada bagian perut, Stevanus luka robek pada bagian tangan kanan, Hendrikus luka robek pada bagian kaki kanan dan dagu. 

Para pelaku yang diperkirakan berjumlah sekitar 30 orang juga membakar tiga unit sepeda motor milik korban, kasus tersebut saat ini masih dalam penanganan pihak kepolisian Polres Metro Bekasi Kota. Adapun pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan korban. 

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved