RSUD Bekasi Usulkan Biaya Layanan Poli Forensik Bisa Ditanggung Pemerintah bagi Pemegang KS-NIK

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi baru saja membuka layanan Poli Forensik Klinik dan Medikolegal untuk pasien

RSUD Bekasi Usulkan Biaya Layanan Poli Forensik Bisa Ditanggung Pemerintah bagi Pemegang KS-NIK
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Poli Forensik Klinik dan Medikolegal RSUD Kota Bekasi di Lantai 3 Gedung B, Jalan Pramuka, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi baru saja membuka layanan Poli Forensik Klinik dan Medikolegal untuk pasien khusus dugaan tindak kekerasan.

Direktur utama RSUD Kota Bekasi, Kusnanto mengatakan, untuk saat ini layanan Poli Forensik Klinik dan Medikolegal tidak ditanggung jaminan kesehatan manapun. Artinya, pasien yang hendak melakukan pemeriksaan biayanya ditanggung secara pribadi.

"Belum ditanggung karena memang baik BPJS atau KS-NIK Bekasi (Kartu Sehat Berbasis Nomor Induk Kependudukan), tidak meng-cover pemeriksaan forensik," kata Kusnanto kepada TribunJakarta.com, Sabtu (22/6/2019).

Namun khusus KS-NIK, pihaknya akan mengusulkan kepada Wali Kota Bekasi agar layanan Poli Forensik Klinik dan Medikolegal RSUD Kota Bekasi agar biaya bisa ditanggung oleh pemerintah.

Rayakan HUT Ke-492 Jakarta, Ribuan Pengunjung Padati Ancol

Berlibur ke Museum Seni Rupa dan Keramik, Pengunjung Bisa Ikuti Kegiatan Melukis Gratis

Jasad Wanita Terikat Tali Rafia di Tangerang Merupakan Korban Pembunuhan

"Tapi untuk KS kita mau coba ajukan ke Pak Wali mudah-mudahan bisa, tapi kalau BPJS udah jelas enggak bisa ditanggung," ungkap dia.

Sebelumnya, RSUD Kota Bekasi telah meresmikan layanan baru Poli Forensik Klinik dan Medikolegal, layanan ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang kian beragam.

Poli Forensik Klinik dan Medikolegal RSUD Kota Bekasi memungkinkan pasien dugaan tindak kekerasan seperti pelecehan seksual, KDRT, kekerasan anak atau semacamnya mendapatkan pelayanan secara khusus dengan penanganan dokter ahli forensik.

"Selama ini banyak permintaan visum hidup atau mati, selama ini kita enggak ada tempat, biasanya ke IGD atau Poli Kebidanan, kita teliti sepertinya layanan ini sudah menjadi kebutuhan masyarkat akibat perubahan sosial yang muncul, nah kita coba fasilitasi dengan pembukaan poli forensik ini," jelas Kusnanto.

Dengan dibukanya layanan Poli Forensik Klinik dan Medikolegal ini, setiap pasien dugaan korban tindak pidana diharapkan dapat lebih aman, nyaman dengan ruangan yang lebih privat tanpa bercampur dengan pasien lainnya.

"Supaya pasien merasa nyaman, keluhannya tidak terdengar oleh pasien lain di luar kasus dugaan pidana, dokter ahli forensiknya dua orang," ungkap dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved