Pemilu 2019

Ahli Waris Anggota KPPS di Jakarta Timur Masih Tunggu Dana Santunan dari KPU RI

Merujuk hasil pembicaraan terakhir pihak keluarga dengan KPU Jakarta Timur, Nurjanah menuturkan dana santunan diberikan lewat transfer.

Ahli Waris Anggota KPPS di Jakarta Timur Masih Tunggu Dana Santunan dari KPU RI
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Tabur bunga bersama di Bundaran HI sebagai bentuk dukacita terhadap anggota KPPS yang meninggal dunia, Minggu (28/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Ahli waris anggota KPPS yang meninggal dalam penyelenggaraan Pemilu 2019 masih menunggu dana santunan yang dijanjikan pemerintah lewat KPU RI.

Siti Nurjanah, adik almarhum anggota KPPS TPS 68 Kelurahan Rawa Bunga Ahmad Farhan (34) mengatakan pihak keluarga belum mengetahui pasti kapan dana santunan cair.

Pasalnya setelah menyerahkan seluruh persyaratan administrasi yang diminta KPU RI pada akhir Mei 2019 lalu pihak keluarga urung dihubungi terkait proses pencairan dana.

"Belum tahu, setelah ngasih berkas persyaratan sampai sekarang belum dihubungi lagi sama KPU. Jadi pihak keluarga menunggu saja," kata Nurjanah di Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (23/6/2019).

Merujuk hasil pembicaraan terakhir pihak keluarga dengan KPU Jakarta Timur, Nurjanah menuturkan dana santunan diberikan lewat transfer.

Rencananya dana tersebut bakal diterima pihak keluarga pada Selasa (25/6/2019) mendatang, namun Nurjanah mengaku belum mendapat kepastian jadwal penyerahan dana.

"Informasinya tanggal 25 besok diserahkan, tapi sampai sekarang belum ada komunikasi lagi. Jadi kita enggak tahu jadi atau enggaknya," ujarnya.

Sebelumnya, Komisioner KPU DKI Jakarta Divisi SDM Deti Kurniawati mengatakan baru dua orang anggota KPPS jajaran KPU DKI yang menerima dana santunan.

Penyerahan dana santunan kepada para ahli waris belum rampung karena proses verifikasi anggota KPPS yang meninggal masih berproses.

"Dua orang di Jakarta Barat, yang lain masih verifikasi karena ini uang negara. Harus ada proses verifikasi sebagaimana aturan KPU yang berlaku, ada prosudural dan proses," kata Deti, Jumat (14/6/2019).

Anggota KPPS yang meninggal dan cacat permanen mendapat Rp 36 juta, Rp 16,5 juta untuk anggota yang mengalami luka berat, dan Rp 8,25 juta bagi yang mengalami luka sedang.

Di Jakarta Timur sendiri tercatat ada 17 anggota KPPS yang meninggal dan hingga kini belum menerima dana santunan.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved