Baru Direnovasi 6 Tahun Lalu, Begini Jawaban Airin Saat Ditanya Bangunan SDN Rawa Buntu 3 Rusak

"Itu ke sana saja, ke Inspektorat saja ya," ujar Airin selepas menghadiri Lebaran Jawaran dan Pengukuhan Pengurus Fosil Persibrata Tangsel.

Baru Direnovasi 6 Tahun Lalu, Begini Jawaban Airin Saat Ditanya Bangunan SDN Rawa Buntu 3 Rusak
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, selepas menghadiri Lebaran Jawaran dan Pengukuhan Pengurus Fosil Persibrata Tangsel di Jalatreng River Park, Setu, Tangsel, Minggu (23/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany, ogah menanggapi permasalahan gedung reot SDN Rawa Buntu 3, Serpong.

Airin lebih memilih permasalahan itu ke Inspektorat.

"Itu ke sana saja, ke Inspektorat saja ya," ujar Airin selepas menghadiri Lebaran Jawaran dan Pengukuhan Pengurus Fosil Persibrata Tangsel di Jalatreng River Park, Setu, Tangsel, Minggu (23/6/2019).

Kondisi bangunan lantai tiga SDN Rawa Buntu 03, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (19/6/2019).
Kondisi bangunan lantai tiga SDN Rawa Buntu 03, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (19/6/2019). (TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir)

Airin tidak mengatkan sepatah katapun menanggapi permasalahan genting di masa pendaftaran siswa baru itu.

"Saya pamit ya, iya sama Inspektorat," ujarnya sambil bergegas masuk ke dalam mobil dinas hitamnya.

Sebelumnya TribunJakarta.com sudah mencoba menggubungi pihak Inspektort Pemkot Tangsel, namun tidak mendapat jawaban.

Di tengah berjalannya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) permasalahan justru muncul dari infrastruktur sekolah.

Pembangunan tambahan kelas berupa gedung tiga lantai di SDN Rawa Buntu 3 itu taj bertahan lama.

Kondisi bangunan lantai tiga SDN Rawa Buntu 03, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (19/6/2019).
Kondisi bangunan lantai tiga SDN Rawa Buntu 03, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (19/6/2019). (TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir)

Baru enam tahun berselang, gedung itu sudah reot, bangunannya goyang saat diterpa angin kencang.

Konstruksi lantainya pun berantakan, posisinya miring, tidak rata dan saat ini sudah hancur karena keramik mengangkat sendiri.

Di beberapa kelas bahkan plafon langit-langit sudah berjatuhan dan berserakan di lantai.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved