Diduga Mengalami Korsleting, Mobil Mercedes Benz Terbakar di Jakarta Timur

Beruntung pemilik sekaligus penumpang mobil berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar sehingga tak mengalami luka.

Diduga Mengalami Korsleting, Mobil Mercedes Benz Terbakar di Jakarta Timur
Istimewa/Dokumentasi Sudin PKP Jakarta Timur
Personel Sudin PKP Jakarta Timur saat memadamkan api di Mercedes Benz, Pulogadung, Jakarta Timur (23/6/2019)

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Mobil Mercedes Benz berpelat B 8057 YL yang sedang melintas di Jalan Ahmad Yani dekat Halte Bus Transjakarta Kayu Putih, Kelurahan Kayu Putih, Pulogadung nyaris ludes dilalap api.

Kasi Ops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur, Gatot Sulaeman mengatakan kejadian terjadi sekira pukul 19.35 WIB.

"Kendaraan sedang perjalanan dari arah Rawasari menuju Cawang. Ketika perempatan Rawasari unit terbakar akibat korsleting AC kendaraan," kata Gatot di Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu (23/6/2019).

Beruntung pemilik sekaligus penumpang mobil berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar sehingga tak mengalami luka.

Kedatangan tiga unit mobil pompa lengkap dengan 13 personel yang tiba pukul 19.50 WIB segera dapat memadamkan kobaran api sehingga mobil tak sepenuhnya hangus.

"Selesai pemadaman pukul 20.05 WIB, mobil enggak sampai terbakar parah. Alhamdulillah penanganan cepat jadi api enggak sampai terlalu membesar," ujarnya.

Selain Siswa, Guru di Tangerang Selatan Juga Diberlakukan Sistem Zonasi

Walhi DKI Anggap Penerbitan IMB oleh Anies Baswedan Sama Saja Melanjutkan Reklamasi

Meski penanganan terbilang cepat, kemacetan dampak terbakarnya Mobil Mercedes Benz berwarna perak itu cukup menghambat laju unit mobil pompa yang dikerahkan ke lokasi.

Gatot menuturkan satu dari tiga unit mobil pompa yang dikerahkan berasal dari Sudin PKP Jakarta Pusat karena lokasinya berdekatan dengan wilayah Kecamatan Cempaka Putih.

Pengerahan unit mobil pompa dari Sudin PKP Jakarta Pusat itu juga karena pertimbangan kemacetan di lokasi, ketika satu unit terjebak macet unit lainnya dapat menjangkau lokasi.

"Sempat terhambat macet menuju lokasi, tapi enggak parah. Enggak ada korban luka atau jiwa akibat musibah tadi. Total kerugian materil diperkirakan sekitar Rp 70 juta," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved