Lapak Dibongkar Paksa, Pedagang di Jalan Melur Minta Solusi dari Pemerintah

Belasan lapak pedagang yang ada di Jalan Melur, Kelurahan Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara dibongkar paksa

Lapak Dibongkar Paksa, Pedagang di Jalan Melur Minta Solusi dari Pemerintah
Istimewa
Belasan lapak pedagang yang ada di Jalan Melur, Kelurahan Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara dibongkar paksa. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Belasan lapak pedagang yang ada di Jalan Melur, Kelurahan Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara dibongkar paksa.

Pembongkaran dilakukan oleh pihak Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta Utara, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya kepada para pedagang di sana.

Hal itu diungkapkan Mutiah alias Emak, salah satu pedagang yang juga mengatakan bahwa pembongkaran yang dilakukan selama dua hari ini dilakukan tanpa ada solusi kepada belasan pedagang tersebut.

Padahal, para pedagang ini sudah berjualan di lokasi yang berada di depan gedung baru BPS Jakarta Utara selama bertahun-tahun.

"Saya ini berjualan sudah puluhan tahun, sedangkan bangunan (BPS Jakarta Utara) baru saja berdiri beberapa bulan. Pak Anies, tolong saya. Ini warga bapak minta keadilan yang katanya tidak ada lagi penertiban," kata Mutiah, Minggu (23/6/2019).

Mutiah menuturkan, pembongkaran dilakukan secara tidak manusiawi tanpa adanya musyawarah dengan pihak pedagang.

KPAI Prihatin Atas Terjadinya Kekerasan Seksual yang Dilakukan 3 Oknum Guru SMP di Serang

"Boro-boro dikasih solusi, dibongkarnya saja ini dilakukan Sabtu-Minggu. Kayaknya sengaja, karena tau banyak pedagang pada tutup," kata dia.

Mutiah pun menuntut keadilan kepada pemerintah dan pihak BPS Jakarta Utara. Ia memohon supaya para pedagang diberikan solusi supaya bisa berjualan kembali.

Solusi yang ia harapkan, salah satunya, adalah relokasi terhadap pedagang.

Sementara itu, Kasatpol PP Kecamatan Koja, Roslely Tambunan memastikan penertiban para pedagang tidak dilakukan oleh pihaknya.

"Tidak (melakukan penertiban), karena surat perintah tidak ada," ucap Roslely.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved