Pemilik dan Supervisor Pabrik Korek Gas di Binjai Tersangka, Polisi Telusuri Izin Usaha

Polisi sudah menetapkan Burhan (37) dan Lismawarni, pemilik dan supervisior pabrik korek gas sebagai tersangka.

Pemilik dan Supervisor Pabrik Korek Gas di Binjai Tersangka, Polisi Telusuri Izin Usaha
Tribun Medan / Dedy Kurniawan
Pemilik dan Manajer Pabrik Mancis yang Terbakar hingga Renggut 30 Nyawa 

TRIBUNJAKARTA.COM, BINJAI - Polisi sudah menetapkan Burhan (37) dan Lismawarni, pemilik dan supervisior pabrik korek gas sebagai tersangka.

"Keduanya sudah ditahan dan masih diperiksa secara intensif," kata Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto, Sabtu (22/6/2019)

Informasi yang berhasil diperoleh, pabrik tersebut berstatus rumah milik Sri Maya (47) yang disewakan kepada Burhan.

Selama ini rumah tersebut selalu terkunci rapat dari dalam.

Pintu depan rumah sudah dikunci mati, sehingga tidak dapat dibuka selama pabrik beroperasi.

Polisi masih menyelidiki dan mengembangkan kasus ini sehingga tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain.

Burhan dan Lismawarni ditetapkan tersangka karena dinilai mengabaikan keselamatan dan keamanan pekerja pabrik korek gas.

Menurut AKBP Nugroho, selama ini pabrik tersebut tidak memiliki SOP yang jelas. 

"Usaha yang dilakukan Burhan tidak hanya di TKP saja. Usaha mereka berdua juga beroperasi di lokasi lain, di Kabupaten Langkat. Kami cek izinnya di beberapa tempat."

"Di Binjai ada dua dan satu di Langkat. Kami sudah cek, izinnya enggak ada di sini," dia menambahkan.

Halaman
1234
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved