Rusun Penjaringan Akan Direvitalisasi, Penghuni Direlokasi ke Rusun Rawa Buaya

Hal itu dilakukan terkait rencana Pemprov DKI Jakarta untuk merevitalisasi Rusun Penjaringan.

Rusun Penjaringan Akan Direvitalisasi, Penghuni Direlokasi ke Rusun Rawa Buaya
KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBA
Blok E,F, dan G di Rusun Penjaringan, Jakarta Utara akhirnya selesai dibangun. Ruman susun yang diperuntukan untuk warga tidak mampu itu mulai ditempati sejak Juni 2018. Sebelumnya, pada Juni 2016, penghuni diminta untuk meninggalkan rusun karena rencananya Pemprov DKI Jakarta akan mulai melaksanakan pembangunan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal merelokasi penghuni Rusun Penjaringan, Jakarta Utara ke Rusun Rawa Buaya yang berada di Cengkareng, Jakarta Barat.

Hal itu dilakukan terkait rencana Pemprov DKI Jakarta untuk merevitalisasi Rusun Penjaringan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Kelik Indriyanto mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan terhadap ratusan penghuni Rusun Penjaringan yang mengajukan permohonan relokasi.

"UPRS (Unit Pengelolah Rumas Susun) Tambora telah melakukan pengundian terhadap 402 pemohon untuk pindah dari Rusun Penjaringan," jelas Kelik, Minggu (23/6/2019).

Proses relokasi, kata Kelik, akan dilakukan secara bertahap mulai Juli 2019.

Adapun 402 penghuni Rusun Penjaringan yang sudah terdaftar sebagai pemohon nantinya tidak akan dikenakan biaya untuk menghuni Rusun Rawa Buaya

Mereka hanya dibebankan Rp 505 ribu per bulan untuk tagihan listrik dan air.

Sementara itu, berdasarkan Pergub Nomor 55 Tahun 2018 jo Pergub Nomor 29 Tahun 2019, masyarakat umum berpenghasilan Rp 2,5-4,5 juta per bulan akan dibebankan tarif Rp 765 ribu diluar tagihan listrik dan air.

"Artinya untuk masyarakat Rusun Penjaringan nantinya dibebankan Rp 505 ribu. Karena mereka masuk dalam upaya revitalisasi rusunawa," ucap Kelik.

Revitalisasi tahap II Rusunawa Penjaringan akan dilakukan pada 10 blok (A, B, C, D, H, I, J, K, L, M) yang terdiri dari 978 unit rusun.

Sebanyak empat tower 20 lantai rencananya akan menjadi konsep utama bangunan rusun. Selain itu, luas per unitnya akan ditambah dari 18 meter persegi menjadi 36 meter persegi.

Di Rusun Rawa Buaya sendiri, terdapat 778 unit yang di bagi ke lima tower dengan 16 lantai.

"Sehingga dengan demikian sudah tidak tersedia unit kosong, kecuali bila pemohon yang telah lolos verifikasi batal mengambil unit huniannya," kata Kelik.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved