Satu Keluarga Tewas

Bacakan Nota Pembelaan, Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga Haris Simamora Menangis

"Saya sebagai terdakwa sangat menyesal, saya mohon untuk diberikan kesempatan memperbaiki hidup saya agar saya bisa berbuat sebaik-baiknya," katanya.

Bacakan Nota Pembelaan, Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga Haris Simamora Menangis
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Haris Simamora di persidangan yang digelar di PN Kelas 1A Bekasi, Senin (24/6/2019). 

Laporan Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Harry Ari Sandigon alias Haris Simamora menangis ketika menbacakan nota pembelaan pada sidang agenda pledoi di Pengadilan Negeri Bekasi, Jalan Pramuka, Kecamatan Bekasi Selatan, Senin (24/6/2019).

Sidang yang dimpimpin Ketua Majelis Hakim Djuyamto berlangsung harus ketika Haris membacakan nota pembelaan dihadapan hakim. Dia mengaku menyesal telah membunuh empat orang anggota keluarga Daperum Nainggolan.

"Saya sebagai terdakwa sangat menyesal, saya mohon untuk diberikan kesempatan memperbaiki hidup saya agar saya bisa berbuat sebaik-baiknya," kata Haris sambil menitikan air mata.

Pada nota pembelaan yang dia bacakan, ia menceritakan kronologis kejadian yang sesungguhnya dari awal dia datang hingga terjadi peristiwa pembunuhan yang menewaskan empat orang sekaligus.

Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga Haris Simamora Menangis Sesali Perbuatannya

Pada intinya, dalam nota pembelaan itu, dia menolak jika disebut melakukan pembunuhan berencana. Kejadian ini menurut Haris terjadi akibat sakit hati karena telah dihina Daperum Nainggolan.

"Baru saja mau rebahan abang saya (Daperum) langsung membentak saya, Hei mau ngapain kamu, sana di belakang duduk, saya mau nonton tv dulu, sana kamu di belakang, kaya sampah aja juga kamu sama seperti orangtuamu," kata Haris saat menceritakan hinaan yang dia terima dimalam kejadian.

Setelah dihina seperti itu, Haris mengaku kesal hingga amarahnya memuncak. dia selanjutnya menghabisi nyawa Daperum dan istri serta dua orang anaknya.

"Saya mendengar perkataan seperti itu kecewa, kesal dan marah, saya bisa saja menahan amarah tersebut kalau hanya mengata-katain saya tidak apa-apalah, tapi abang saya menghina orangtua saya juga," ungkap Haris.

Aksi keji Harispun terjadi, dia membunuh Daperum Nainggolan dan Maya Boru Ambarita dengan menggunakan linggis yang ada dapur. Kemudian dia juga membunuh kedua anak pasangan suami istri tersebut Sarah dan Arya Nainggolan dengan cara dicekik.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved