Bahan Farmasi Kerap Digunakan Pembuat Sabu, Tahun Ini BPOM Akan Terbitkan Peraturan Penjualan Online

Hal itu berkaca dari terbongkarnya pabrik sabu rumahan milik Mangendar Wanto (42) yang dibuat dari bahan obat yang dibelinya secara online.

Bahan Farmasi Kerap Digunakan Pembuat Sabu, Tahun Ini BPOM Akan Terbitkan Peraturan Penjualan Online
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Ruangan di rumah MG di Perumahan Citra 2 Kalideres, Jakarta Barat yang dijadikan tempatnya untuk memproduksi sabu. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KALIDERES - Mudahnya mendapatkan bahan farmasi yang kerap disalahgunakan jadi pembuatan sabu membuat Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) RI menyiapkan regulasi penjualan.

Utamanya, terkait penjualan bahan-bahan tersebut yang mudah dilakukan secara online.

Hal itu berkaca dari terbongkarnya pabrik sabu rumahan milik Mangendar Wanto (42) yang dibuat dari bahan obat yang dibelinya secara online.

Obat tersebut kemudian diekstrak dengan berbagai senyawa kimia untuk dapat menghasilkan epedrin yang nantinya diolah jadi sabu.

Sulap Rumahnya Jadi Pabrik Sabu, Mangendar Berguru ke Cipondoh hingga Beli Bahan Baku Secara Online

"Tahun ini kalau tidak ada halangan kami melalui peraturan Badan POM akan menerbitkan mengenai penjualan secara online. Nanti akan diatur mengenai penjualan itu seperti apa harusnya," kata perwakilan Bidang Penindakan BPOM RI, Robby Nuzly di pabrik sabu milik Mangendar di Perumahan Citra 2, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (24/6/2019).

"Sanksinya berupa administrasi. Kalau emang terbukti nanti akan ke pro justicia,” lanjutnya.

Robby tak menampik sekalipun pengawasan ketat dilakukan dari hulu hingga hilir, namun kebocoran masih kerap terjadi. 

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved