Cek Kualitas, Pemilik Pabrik di Kalideres Selalu Konsumsi Sabu Buatannya Sebelum Diedarkan

“Tersangka menggunakan bahan baku dari bahan obat yang beredar di pasaran. Dia mengekstraksikan, memurnikan prekusornya sebelum dicampur."

Cek Kualitas, Pemilik Pabrik di Kalideres Selalu Konsumsi Sabu Buatannya Sebelum Diedarkan
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Ruangan di rumah MG di Perumahan Citra 2 Kalideres, Jakarta Barat yang dijadikan tempatnya untuk memproduksi sabu. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KALIDERES - Untuk memastikan kualitas sabu buatannya, Mangendar Wanto (42) selalu mengonsumsinya terlebih dahulu sebelum diedarkan.

Menurut polisi, sabu buatan Mangendar diedarkan di wilayah Jakarta seharga Rp 700 ribu pergramnya.

"Dari segi fisiknya sudah kualitas bagus tapi untuk pendalaman akan dilakukan pemeriksaan lanjutan," Kasubdit Puslabfor Mabes Polri, Kompol Yuswardi di rumah sekaligus tempat Mangendar memproduksi sabu di Perumahan Citra 2, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (24/6/2019).

Dalam memproduksi sabu, Mangendar menggunakan bahan baku obat yang dijual bebas di pasaran. Ia kemudian mengekstraknya dengan bahan baku lainnya untuk menghasilkan epedrin yang nantinya diolah menjadi sabu.

Sabu Produksi Pabrik Rumahan di Kalideres Untuk Diedarkan di Jakarta

“Tersangka menggunakan bahan baku dari bahan obat yang beredar di pasaran. Dia mengekstraksikan, memurnikan prekusornya sebelum dicampur dengan bahan baku lainnya," katanya.

Yuswardi mengatakan sabu yang dibuat Mangendar menggunakan metode redforpom.

Hal tersebut memang kerap digunakan oleh pembuat sabu rumahan karena prosesnya lebih mudah.

Sabu yang Diproduksi Mangendar di Lantai 3 Rumahnya Diedarkan ke Jakarta

"Kemudian memang kemungkinan ketersediaan bahan itu lebih mudah dibandingkan metode lainnya," paparnya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved