Pilpres 2019

Menanti Putusan Sidang Gugatan Hasil Pilpres di MK, Ini Pesan Damai dari Ma'ruf Amin

Ma'ruf Amin berpesan, agar semua pihak terkait bisa menerima apapun hasil keputusan MK.

Menanti Putusan Sidang Gugatan Hasil Pilpres di MK, Ini Pesan Damai dari Ma'ruf Amin
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, Ma'ruf Amin, saat memberi keterangan kepada awak Wartawan, pada acara halalbihalal PBNU, di lantai 8 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2019).

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, SENEN - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, Ma'ruf Amin, memberi pesan damai jelang putusan sidang perselisihan hasil Pilpres yang tengah bergulir di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK).

Ma'ruf Amin berpesan, agar semua pihak terkait bisa menerima apapun hasil keputusan MK.

Terlebih, lanjutnya, jangan ada lagi aksi-aksi yang dapat merugikan sejumlah masyarakat.

"Ya imbauannya kmai ajak semua pihak untuk bisa menerima apapun hasil keputusan Mahkamah Konstitusi. Dan jangan ada lagi demo-demo yang sifatnya menyebabkan kerusuhan. Karena MK itu, artinya sudah upaya terakhir untuk di dalam rangka menyelesaikan perselisihan hasil Pilpres maupun Pileg," kata Ma'ruf Amin kepada awak Wartawan, pada acara halalbihalal PBNU, di lantai 8 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2019).

Sebut Segera Dilantik Jadi Wakil Presiden, Ketua Umum PBNU Ajak Doakan Maruf Amin

Dia melanjutkan, pihak PBNU tak pernah memiliki pikiran untuk melakukan aksi dan turun ke jalan.

"NU tidak pernah memiliki upaya-upaya aksi, NU itu patuh, kalau sudah di MK, ya kita menerima hasilnya. Ini komitmen kita untuk membangun negeri dan bangsa," sambungnya.

Jika terpilih sebagai wakil presiden, Ma'ruf Amin mengaku sudah mengantongi nama-nama yang bakal jadi calon menterinya.

"Itu masih dikantongi sama Sekjen PBNU," ucap Ma'ruf Amin.

Dia pun berharap, jika putusan sidang perselisihan hasil Pilpres  2019 di MK telah selesai, tak ada lagi istilah antara kubu 01 dan 02.

Sebabnya, lanjut dia, bangsa Indonesia harus tetap bersatu dan jangan sampai terpecah belah.

"Ya harus, karena kita sesudah ini, kita harus bisa menyatukan kembali, tidak ada lagi friksi-friksi, tidak ada 01, tidak ada 02, dan yang nanti terpilih jadi Presiden dan wakil presiden, dia harus menjadi pemimpin yang baik untuk bangsa Indonesia. Harus bisa menjaga persatuan Indonesia," kata Ma'ruf Amin.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved