Sabu Produksi Pabrik Rumahan di Kalideres Untuk Diedarkan di Jakarta

Dalam sepekan, Mangendar minimal dua kali memproduksi sabu yang dibuat dari racikan bahan baku obat yang dijual di pasaran.

Sabu Produksi Pabrik Rumahan di Kalideres Untuk Diedarkan di Jakarta
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Mangendar menutupi wajahnya saat dihadirkan polisi kepada awak media di Perumahan Citra 2 Kalidere, Jakarta Barat, Senin (24/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KALIDERES - Polisi menyebut sabu hasil produksi Mangendar Wanto (42) diedarkan di wilayah Jakarta.

Mangendar sendiri mengaku telah 1 tahun ini memproduksi sabu di lantai 3 rumahnya di Perumahan Citra 2, Kalideres, Jakarta Barat.

"Dia ini tidak hanya membuat berdasarkan orderan saja, tapi memang rutin memproduksi sabu untuk diedarkan di wilayah Jakarta dan sekitarnya," kata Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendriz di rumah Mangendar, Senin (24/6/2019).

Dalam sepekan, Mangendar minimal dua kali memproduksi sabu yang dibuat dari racikan bahan baku obat yang dijual di pasaran.

Bahkan, bila bahan baku sedang banyak, ia bisa membuatnya sebanyak empat kali dalam sepekan dengan waktu produksi selama dua hari.

Pemilik Pabrik Sabu di Kalideres Dikenal Tertutup dan Pernah Ditangkap Kasus Narkoba

"Bahan baku itu kemudian diekstrak untuk dapat menghasilkan epedrin yang nantinya diolah menjadi sabu. Sekali produksi ini dia bisa sampai 300 sampai 500 gram," kata Erick.

Erick tak menampik sabu hasil buatan Mangendar berkualitas cukup baik seperti pabrik sabu yang pernah diungkap pihaknya di Cipondoh, Tangerang Tahun 2018 silam.

Hal itu lantaran tersangka mengaku belajar membuat sabu dari tersangka PC yang diamankan dari pabrik sabu di Cipondoh.

"Segi modus pembuatan persis mirip sekali dengan modus pembuatan narkotika jenis sabu yang sebelumnya dibuat di Cipondoh karena ini merupakan pengembangan dari pabrik sabu di Cipondoh," kata Erick.

Sabu yang Diproduksi Mangendar di Lantai 3 Rumahnya Diedarkan ke Jakarta

Pantauan wartawan TribunJakarta.com, Mangendar yang turut dihadirkan saat polisi merilis kasusnya terus menunduk. 

Ia sama sekali tak mau mengangkat wajahnya yang ditutupi oleh kedua tangannya.

Dalam kasus ini, dia dikenakan Pasal 113, 114, dan 112 UU 35 tahun 2009 Tentang narkotika yaitu memproduksi mengedarkan dan memiliki narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved