Warga Kecamatan Tambora Kini Bisa Dapat Fasilitas Pengawalan Voorijder Antar Jenazah ke TPU

Ia menjelaskan dalam tim pengawalan, terdiri seorang personel Satpol PP dan seorang personel Dishub kecamatan berikut kendaraannya.

Warga Kecamatan Tambora Kini Bisa Dapat Fasilitas Pengawalan Voorijder Antar Jenazah ke TPU
ISTIMEWA/Satpol PP Kecamatan Tambora
Dua orang petugas saat mengawal iringan pengantar jenazah menggunakan voorijder di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Leo Permana

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBORA - Pihak Kecamatan Tambora mengeluarkan program pengawalan jenazah warganya ke tempat pemakaman umum (TPU), yang dinamai Kawal Sampai Akhir (KSA).

Dalam program tersebut, pihak Kecamatan Tambora bekerja sama dengan Satpol PP dan Satpel Perhubungan Kecamatan Tambora.

Camat Tambora, Bambang Sutarna mengatakan, terciptanya program ini untuk mengembangkan nilai-nilai sosial dari adanya voorijder yang biasa digunakan petugas tersebut.

Selain itu, dirinya juga memandang setiap pengawalan jenazah warga agak arogan, dimana mereka kadang menggunakan kayu, bendera, dan cara me-nyetopnya yang dirasanya kurang baik.

Sehingga saat pengawalan nanti, iringan pengantar jenazah akan dikawal petugas menggunakan voorijder.

Sabu Produksi Pabrik Rumahan di Kalideres Untuk Diedarkan di Jakarta

"Maka dari itu, ini kan penghormatan terakhir kenapa tidak kita kawal secara baik, maka kita kerja sama dengan Dishub memanfaatkan voorijder untuk mengawal," katanya, Senin (24/6/2019).

Ia menjelaskan dalam tim pengawalan, terdiri seorang personel Satpol PP dan seorang personel Dishub kecamatan berikut kendaraannya.

Bambang menyebutkan bahwa layanan ini gratis, warganya bisa menghubungi pihak kelurahannya atau Ketua Rw mereka.

Kasapol PP Kecamatan Tambora, Ivand Sigiro menambahkan, program ini juga merupakan bentuk pelayanan pihaknya.

Dimana selain pihaknya melayani warga dalam ketertiban umum dan penegakan Perda maupun Perkada.

"Jadi selain penindakan dalam hal penegakan Perda kami juga melakukan kegiatan ini, agar warga lebih mudah kami edukasi untuk Perda 8 tahun 2007," jelasnya.

Dari setelah dilaksanakan perjanjian yang dilakukan pada Senin 17 Juni 2019 lalu, ia mengatakan pihaknya sudah mengawal dua jenazah warga Tambora hingga saat ini.

"Sudah yang kedua kalau pengawalan jenazah. (Di antaranya) kemarin sudah kami kawal penguburan jenazah yang bunuh diri di Kelurahan Pekojan," tuturnya.

Penulis: Leo Permana
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved