Bermodal Senjata Airsoft Gun, Polisi Gadungan Peras Warga di Menteng Diringkus

Kapolsek Metro Menteng AKBP Dedy Supriadi mengatakan, peristiwa ini bermula saat korban tengah ngongkrong di sekitar lokasi kejadi bersama dua orang.

Bermodal Senjata Airsoft Gun, Polisi Gadungan Peras Warga di Menteng Diringkus
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Kapolsek Metro Menteng AKBP Dedy Supriadi memperlihatkan senjata airsoft gun milik dua polisi gadungan yang melakukan pemerasan di Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Bermodalkan senjata airsoft gun, dua polisi gadungan peras warga di Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat.

Keduanya pun berhasil diringkus petugas kepolisian saat tengah menjalankan aksinya memeras korban bernama Miskadi (29) pada Sabtu (22/6/2019) lalu sekira pukul 02.00 WIB.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Dedy Supriadi mengatakan, peristiwa ini bermula saat korban tengah ngongkrong di sekitar lokasi kejadi bersama dua orang rekannya.

"Saat tengah nongkrong di pinggir kali Jalan Latuharhary, korban disamperi oleh dua pelaku yang berboncengan," ucapnya, Selasa (25/6/2019).

Kemudian, kedua orang pelaku langsung menodongkan senjata api dan meminta korban menyerahkan uang miliknya.

Namun, permintaan pelaku tidak digubris oleh Miskadi. Saat itu, korban malah pergi meninggalkan keduanya.

"Karena kesal permintaannya tidak dikabulkan, satu orang pelaku langsung mengejar korban dan memukulkan senjata api ke dahi kanannya," ujarnya.

Nekat Ngutil di Minimarket, Driver Ojek Online Gadungan Ketahuan CCTV

Tak sampai disitu, setelah melakukan penganiayaan, kedua pelaku langsung membawa korban menggunakan sepeda motor.

"Pelaku mengaku polisi dan bilang ke saksi akan membawa korban ke kantor polisi," kata Dedy.

Namun sial bagi pelaku, saat tengah berbonceng tiga, mereka diberhentikan oleh pihak kepolisian yang tengah melakukan operasi cipta kondisi.

Polisi pun langsung menangkap kedua pelaku beserta sepeda motor dan senjata airsoft gun yang digunakan untuk melancarkan aksinya.

"Dari keterangan tersangka, mereka mengaku baru kali ini beraksi. Tapi kami tidak percaya begitu saja dan masih akan tetap kami dalami," ucapnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 368 dengan ancaman sembilan tahun penjara.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved