Dinilai Terlalu Mahal, M Taufik Dorong DPRD Jakarta Panggil Penyelenggara PRJ

Terlebih, pergelaran PRJ sendiri merupakan bagian dari hiburan masyarakat. Ia pun mempertanyakan soal mahalnya tarif sekali masuk ke acara tersebut.

Dinilai Terlalu Mahal, M Taufik Dorong DPRD Jakarta Panggil Penyelenggara PRJ
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Ketua Panitia Penyelenggara kampanye akbar Prabowo-Sandi, M Taufik, usai menggelar rapat internal di ruang konferensi pers SUGBK, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik mengaku akan mendorong komisi B dan Komisi C DPRD DKI Jakarta untuk memanggil pihak penyelenggara Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair.

Pemanggilan tersebut, dilayangkan M Taufik guna mengevaluasi apa yang sudah dijalankan saat ini. Perlu diketahui, sebelumnya masyarakat mengeluhkan mahalnya tiket untuk masuk ke dalam kawasan tersebut.

"PRJ itu harus dievaluasi. Jadi PRJ itu bukan sesuatu yang berdiri sendiri. Bukan sesuatu yang semaunya juga dia menentukan segala-galanya gitu. Saya mendorong supaya komisi B dan C panggil itu orang PRJ," kata Taufik tadi malam, Senin (24/6/2019).

Menurut Taufik, pihak PRJ seharusnya sudah berkordinasi dengan Pemda DKI terkait dengan harga tiket masuk.

Terlebih, pergelaran PRJ sendiri merupakan bagian dari hiburan masyarakat. Ia pun mempertanyakan soal mahalnya tarif sekali masuk ke acara tersebut.

"Dia kan, saya kira koordinasi dengan Pemda DKI, fungsinya seperti apa. Termasuk, menurut saya soal tarif masuk. Itu dikoordinasikan supaya rata-rata. Karena itu dia gak bisa semau-maunya menaikan sesuatu dari masyarakat," beber dia.

Sebagai informasi, sebelumnya Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyoroti soal mahalnya tarif untuk sekali masuk ke PRJ tahun ini.

Menurut Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi masyarakat pengguna mobil perlu merogoh kocek Rp 70 ribu untuk membayar parkir dan membeli tiket satu kali masuk. Tarif tersebut dinilai terlalu mahal.

"Tarif parkirnya menerapkan harga flat yakni Rp 30.000 per sekali masuk. Tarif sebesar ini terlalu mahal. Sedangkan tiket masuk tarifnya Rp 40.000 per orang. Jadi konsumen (pengguna mobil) harus merogoh kocek Rp 70.000," kata Tulus dalam catatannya, Senin (24/6/2019).

Ramalan Zodiak Karier Selasa 25 Juni 2019, Sagitarius Sedang Beruntung, Virgo akan Dapat Kejutan

Begini Cara Mudah Download Video IGTV, Cepat dan Pasti Berhasil

Menangis Usai Beraksi, Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga Mengaku Sempat Cium Kening Dua Keponakannya

Selain itu, ia menilai bahwa mahalnya tarif parkir yang diterapkan tidak sebanding dengan kondisi di lapangan.

Menurutnya, pihak PRJ gagal memberikan rasa nyaman dengan tarif yang dipatok tersebut.

"Kondisi area parkir sangat tidak nyaman, terbuka, dan berdebu. Selain itu, managemen PRJ seharusnya bisa menakar berapa kapasitas maksimal area PRJ an area parkir. Bukan malah sebaliknya, pengunjung terus diterima masuk ke area PRJ sehingga sangat sulit mencari area parkir, dan di dalam area PRJ sangat penuh sesak. Sangat tidak nyaman. Sementara konsumen sudah membayar parkir yang sangat mahal, dan tiket masuk yang mahal juga," kata dia.

Menurut YLKI, pelaksanaan PRJ seharusnya berada dalam pengawasan pemerintah daerah. Ia pun meminta agar pihak penyelenggara PRJ memperbaiki pelayanannya agar tak hanya sekedar mahal. Melainkan bisa membuat para pengunjung nyaman dengan pelayanan yang diberikan.

"Masih ada waktu seminggu lagi bagi managemen PRJ untuk memperbaiki layanan dan kinerjanya. Jangan cuma memungut tarif yang mahal, tetapi gagal menyamankan pengunjungnya," pungkasnya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved