Gelar Acara Puncak BBGRM, Pemkot Jakarta Utara Tanamkan Falsafah Gotong Royong

Pemerintah menyediakan wahana bagi masyarakat yang dirangkum dalam serangkaian lomba dan acara dengan memanfaatkan keberadaan ruang publik

Gelar Acara Puncak BBGRM, Pemkot Jakarta Utara Tanamkan Falsafah Gotong Royong
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Pemerintah Kota Jakarta Utara menggelar acara puncak Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) pada Selasa (25/6/2019) di RPTRA Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Pemerintah Kota Jakarta Utara menggelar acara puncak Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) pada Selasa (25/6/2019) di RPTRA Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara.

Acara ini dihadiri jajaran Pemkot dan masyarakat Jakarta Utara setelah BBGRM tahun ke-16 ini berlangsung sejak 25 Mei-25 Juni 2019.

Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara, Desi Putra menuturkan, BBGRM yang dilaksanakan rutin setiap tahunnya dalam rangka menjalin kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Pemerintah menyediakan wahana bagi masyarakat yang dirangkum dalam serangkaian lomba dan acara dengan memanfaatkan keberadaan ruang publik seperti RPTRA.

"Yang saya sampaikan kolaborasi masyarakat kemudian pemerintah kemudian kalangan usaha dalam rangka membuat Bagaimana kedepan bahwa gotong royong itu menjadi salah satu falsafah kita untuk bisa memajukan Jakarta Utara," kata Desi.

Kasudin Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Utara, Joko Santoso mengatakan dalam acara puncak BBGRM ini, pihaknya sekaligus menggelar Gebyar RPTRA.

Pasukan Oranye Mengecat Tiang Tembok Pertokoan yang Dicoret-coret di Olimo Jakarta Barat

Acara ini adalah salah satu substansi dari BBGRM, di mana berkaitan dengan bidang sosial budaya.

"Ini adalah bidang sosial budaya dan agama. Pelaksanaan lomba adalah substansi BBGRM ada lomba untuk anak-anak, remaja, lansia, kita padukan jadi satu kegiatan ini supaya lebih meriah," kata Joko.

Lomba-lomba yang diadakan misalnya lomba tari, futsal, senam, dan lain sebagainya.

Serangkaian acara dan lomba itu, menurut Joko, sebagai bentuk dari aktivitas gotong royong antar masyarakat Jakarta Utara.

"Jadi bagaimana melestarikan budaya gotong royong itu ada pada masyarakat," ucap Joko.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved