Pilpres 2019

Hormati MK Percepat Pembacaan Putusan Sengketa Pilpres 2019, BPN Ingatkan Hal Ini

"Itu hak hakim MK, kita hormati karena tidak melanggar aturan, paling lambat kan tanggal 28 Juni, jadi bisa juga tanggal 27," ujar Andre Rosiade

Hormati MK Percepat Pembacaan Putusan Sengketa Pilpres 2019, BPN Ingatkan Hal Ini
YouTube/Najwa Shihab
Andre Rosiade 

"Kami sudah himbau tidak ada aksi depan MK, jadi jangan sampai pengamanan justru menganggu masyarakat yang beraktifitas," tandasnya.

Andre Rosiade
Andre Rosiade (Youtube/Kompas TV)

Sementara itu Ketua Tim Hukum Jokowi-Maruf Amin, Yusril Ihza Mahendra menganggap percepatan jadwal sidang putusan adalah hal biasa.

"Tidak ada. Biasa-biasa saja. Mau Kamis atau Jumat sama saja," ucap Yusril Ihza Mahendra melalui pesan singkat, Senin (24/6/2019) seperti dilansir dari Tribunnews.com.

Lebih lanjut ia mengatakan jika pihaknya pun tak mempersoalkan percepatan jadwal tersebut.

Sebab, kata Yusril, keputusan MK tidak akan mengubah hasil putusan.

"Podho Wae (sama saja)," terang Yusril.

Refly Harun Sebut Alat Bukti 02 Tak Kuat, Mahfud MD Ungkap Analisanya, BPN: Kami Percaya Hakim MK

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dan Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun menilai jika alat bukti tim hukum Prabowo-Sandi di sidang sengketa pilpres tidak kuat.

Misalnya saja terkait klaim ada kesalahan angka yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Menurut Mahfud MD, klaim angka 52 persen untuk pasangan calon nomor urut 02 itu tidak dapat dibuktikan.

Halaman
1234
Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved