HUT ke 492 Jakarta

HUT ke-492 DKI, Begini Penilaian Fasilitas Ibu Kota di Mata Penyandang Disabilitas

Soni mencontohkan bagaimana sulitnya mengejar bus karena selalu diselak penumpang lain yang ogah mendahulukan penyandang disabilitas.

HUT ke-492 DKI, Begini Penilaian Fasilitas Ibu Kota di Mata Penyandang Disabilitas
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Yogi Madsoni (46) saat ditemui di kediamannya, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (25/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Berbagai harapan dan doa warga mengiringi HUT ke-492 Jakarta yang jatuh pada Sabtu (22/6/2019) lalu, tak terkecuali dari penyandang disabilitas yang berharap adanya perubahan.

Yogi Madsoni (46), seorang tuna netra yang sudah 27 tahun bermukim di Ibu Kota mengatakan hidup sebagai penyandang disabilitas di DKI bukan perkara mudah.

Kenyataan jargon kejamnya Ibu tiri tak sekejam Ibu Kota yang pernah dijadikan film sudah dicicipi pria yang berprofesi sebagai tukang pijat dan karib disapa Soni ini.

"Waktu pertama ke Jakarta tahun 1992 itu Jakarta enggak enak banget, kalau dibilang lebih kejam dari Ibu tiri ya benar.. Memang kejam, apalagi buat penyandang disabilitas," kata Soni di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (25/6/2019).

Soni mencontohkan bagaimana sulitnya mengejar bus karena selalu diselak penumpang lain yang ogah mendahulukan penyandang disabilitas.

Ketika di bus Soni masih harus berebut kursi dengan penumpang lain, hasilnya dia harus rela berdiri hingga bus tiba di tempat tujuan.

"Enggak kebayangkan kalau tuna netra harus berebut tempat duduk di bus. Ketika turun juga susah karena kita enggak tahu sudah sampai di tujuan atau belum," ujarnya.

Pria yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) DPC Jakarta Timur itu menyebut DKI merupakan kota yang tak ramah bagi disabilitas.

Pengalaman merasakan kejamnya Ibu Kota membuat Soni dan penyandang disabilitas lainnya ogah berdiam diri menanti perubahan yang dijanjikan pemerintah.

Menengok SDN Susukan 09 Pagi, Sekolah Percontohan Ramah Lingkungan dan Disabilitas

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved