Pekerja Serabutan di Jawa Tengah Banting Anak Hingga Tewas: Penyebabnya Karena Istri Punya Utang

Pekerja serabutan itu mengaku tak pernah memiliki niat untuk mengakhiri hidup anak bungsunya tersebut.

Pekerja Serabutan di Jawa Tengah Banting Anak Hingga Tewas: Penyebabnya Karena Istri Punya Utang
Kompas.com/shutterstock
Ilustrasi kekerasan anak 

TRIBUNJAKARTA.COM, GROBOGAN- Aripin (28), warga Desa Kalimaro, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mengaku menyesal telah membanting anaknya yang berumur dua tahun, ZT hingga tewas.

Pekerja serabutan itu mengaku tak pernah memiliki niat untuk mengakhiri hidup anak bungsunya tersebut.

Di hadapan penyidik tim Reskrim Polres Grobogan, Aripin mengaku spontan membanting anaknya karena terbakar emosi saat mendengar istrinya memiliki hutang Rp 1,8 juta.
Baginya utang tersebut sangat banyak.

"Pikiran saya gelap begitu mengetahu istri saya punya utang sebanyak itu. Saya tak pernah meminta dia berutang. Seketika saya banting anak saya, setelah itu saya berharap kabar baik, tapi justru kematian yang saya dengar. Saya sangat terpukul dan menyesal," tutur Aripin di Mapolres Grobogan, Selasa (25/6/2019).

Atas apa yang dia lakukan, Aripin siap mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Agus Supriyadi Siswanto mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, tidak ditemukan indikasi gangguan kejiwaan.

"Pelaku emosi setelah tahu istrinya punya utang. Emosinya tak terkendali hingga kemudian membanting bayinya. Tidak ada indikasi gangguan kejiwaan. Pelaku kami jerat Undang-undang Perlindungan Anak," ujar Agus.

Diberitakan sebelumnya, Aripin (28), warga Desa Kalimaro, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah tega membanting ke lantai anak kandungnya yang masih berusia dua tahun hingga tewas.

Bayi mungil berinisial ZT tersebut meninggal dunia pada Minggu (23/6/2019) pagi setelah sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit PKU Muhamadiyah, Kecamatan Gubug, Grobogan.

Insiden itu bermula pada Sabtu (22/6/2019) sore. Saat itu pelaku beserta istrinya, Nofiyanti (26), hendak menyelesaikan permasalahan utang dengan tetangganya, Lasmanah (48).
Ketika itu mertua pelaku, Doto (60) sanggup membantu melunasi utang sebesar Rp 1,8 juta tersebut.

Selanjutnya, pelaku bersama istri, anak dan mertuanya, mendatangi Lasmanah yang sedang berada di acara arisan tetangganya. Ketika sedang berdiskusi di dalam rumah, pelaku tiba-tiba mengamuk di hadapan ibu-ibu tersebut.

Cedera Ezechiel Mirip dengan yang Dialami Jonathan Bauman, Ini Dampaknya pada Persib

Polisi Siapkan Skema Lalu Lintas di Perimeter Utara Bandara Soekarno-Hatta yang Diblokade Warga

714 Ribu Pendaftar, Ini Simulasi Cara Mengetahui Lolos/Tidak di SBMPTN 2019 Pakai Aplikasi Berikut

"Utang segitu banyaknya saya tidak dan tidak menyuruhnya. Saya bunuh kalian semua dan saya banting anak saya," bentak pelaku.

Seketika itu pelaku langsung menarik ZT yang sedang bermain di dekatnya. Sambil berteriak pelaku lantas membanting ZT ke lantai keramik di rumah tetangganya itu.

Penulis : Kontributor Grobogan, Puthut Dwi Putranto Nugroho

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ayah Kandung Banting Anaknya hingga Tewas karena Emosi Istri Punya Utang

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved